News Room, Sabtu ( 31/01 ) Masih buruknya cuaca laut, menyebabkan persediaan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah kepulauan Kabupaten Sumenep terus menipis. Untuk kepulauan Masalembu, harga BBM khususnya minyak tanah (Mitan) mencapai Rp. 6.000,00 per-liter. Bahkan, fluktuasi harga BBM juga terjadi pada premium, yang mencapai Rp. 8.000,00 hingga Rp. 9.000,00 per-liter. Menurut anggota DPRD Sumenep asal Masalembu, Yusuf Mohammad, tingginya harga BBM di kepulauan Masalembu, disebabkan karena tidak adanya armada laut yang beroperasi ke wilayah tersebut. “Sejak kapal keperintisan dan KMP DBS I tak beroperasi, pasokan BBM hanya diangkut menggunakan perahu rakyat, dengan jumlah yang sangat terbatas. Makanya, persediaan BBM menipis dan harganyapun melambung,â€Âterang Yusuf, kepada wartawan di kantornya, Sumenep, Sabtu (31/01). Ia menjelaskan, jika hingga minggu depan tetap tidak ada kapal besar yang berlayar ke Masalembu, maka bisa dipastikan BBM akan langka. “Sekarang cuaca laut kayaknya kembali memburuk, sehingga warga tidak berani menggunakan perahu rakyat untuk berlayar ke wilayah daratan Sumenep,â€Âujarnya. Tingginya harga premium juga terjadi di kepulauan Kangean. Untuk premium saja, harganya mencapai Rp. 7.000,00 hingga Rp. 8.000,00 per-liter, sedangkan harga minyak tanah sebesar Rp. 5.500,00 per-liter. ( Nita, Esha )