Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 31-12-2007
  • 492 Kali

Harga Minyak Naik Di Asia Akibat Ketegangan Geopolitis

News Room, Senin ( 31/12 ) Harga minyak meningkat, Senin (31/12) terimbas ketidak stabilan di Pakistan dan di perbatasan Turki dengan Irak, sehingga harga kembali mendekati angka 100 dolar per barel pada akhir perdagangan terakhir tahun ini. Harga minyak untuk jenis light sweet di pasar berjangka komoditas New York bagi penyerahan Pebruari naik 35 sen menjadi 96,35 dolar per barel. Kontrak tersebut sempat menyentuh angka 98 dolar pada Jumat lalu, yang merupakan rekor tinggi bulanan, menyusul terbunuhnya pemimpin oposisi Pakistan Benazir Bhutto, sebelum turun kembali akibat aksi ambil untung (profit-taking). Harga minyak melonjak hampir dua kali lipat pada tahun ini, dari titik rendah sekitar 50 dolar pada Januari, dengan beberapa analis memprediksikan harga akan mencapai 100 dolar atau lebih tinggi lagi pada 2008. Para dealer menyatakan pembunuhan Bhutto, yang membuat Pakistan terperosok ke jurang krisis dan memicu pengutukan global, berdampak psikologis pada pasar sekalipun negara itu bukan penghasil minyak. "Keresahan politik di seluruh dunia sekali lagi menjadi faktor utama," kata David Johnson, seorang analis minyak pada Macquarie Securities di Hongkong, kepada AFP. Ketegangan di perbatasan Turki dengan kawasan tetangganya di Iran utara semakin menambah kecemasan akan ketidakstabilan geopolitis, katanya. ( Antara, Esha )