Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 12-02-2011
  • 515 Kali

Harga Kedelai Naik, Pengusaha Tahu Dan Tempe Kelimpungan

News Room, Sabtu ( 12/02 ) Naiknya harga kedelai membuat pengusaha tahu dan tempe di Sumenep kelimpungan. Pasalnya, meski harga bahan baku naik namun mereka tidak bisa serta merta menaikkan harga tahu dan tempe tersebut. Kondisi ini membuat mereka terancam merugi. Salah satu pengusaha Tahu di Desa Lalangon Kecamatan Manding, Miftahol Arifin, menjelaskan, dengan harga kedelai yang mencapai Rp. 6.300,00 per-kilogram, pihaknya terpaksa mengurangi produksinya. “Untuk sementara kami kurangi produksi tahu dan tempe. Sebab, tidak mungkin kami menaikkan harga secara mendadak,”kata Miftahol, dikediamannya di Desa Lalangon, Kecamatan Manding, Sabtu (12/02). Miftahol mengungkapkan, jika hari-hari sebelumnya dirinya mampu memproduksi 150 papan tahu. Namun, sekarang terpaksa dikurangi, yang hanya bisa produksi 100 papan tahu. “Bahkan, kami juga terpaksa harus mengurangi ketebalan tahu. Kalau biasanya ketebalan tahu 4 centimeter, saat ini menjadi 3,5 centimeter. “Pengurangan produksi dan ketebalan tahu ini terpaksa dilakukan, demi bertahannya usaha yang telah kami rintis selama bertahun-tahun. Harga Kedelai mahal. Sementara konsumen tidak mau harga dinaikkan,”ungkapnya. Miftahol berharap agar harga Kedelai bisa segera turun dan normal seperti semula. “Kenaikan harga kedelai tidak wajar. Kalau sampai pekan depan harga tetap mahal, pengusaha tahu dan tempe terancam bangkrut,”terangnya. ( Nita, Esha )