News Room, Rabu ( 21/01 ) Cuaca ekstrem yang melanda perairan Sumenep, membuat kapal tidak berani berlayar ke wilayah ke pulauan. Akibatnya, harga sejumlah kebutuhan pokok di pulau terjauh, seperti Masalembu, melambung tinggi.
Salah seorang warga Masalembu, Daeng Albar, mengatakan, sudah hampir satu bulan kapal perintis sebagai satu-satunya kapal yang melayani lintasan Kalianget-Masalembu, tidak berlayar. Terakhir berlayar tanggal 24 Desember 2014.
"Pelayaran terakhir kapal perintis 24 Desemeber 2014, setelah itu tidak ada kapal lagi, karena terhalang cuaca ekstrem,"kata Daeng Albar, Rabu (21/01).
Karena tidak ada kapal yang berlayar, stok sembako di Masalembu mulai menipis. Harganya pun melonjak tajam.
"Harga beras yang semula harganya Rp. 240.000,00 kemasan 25 kilogram, sekarang naik menjadi Rp. 300.000,00. Selain itu, telur ayam ras yang sebelumnya dijual Rp. 1.500,00 per-butir, sekarang naik menjadi Rp. 2.200,00 hingga Rp. 2.300,00 per-butir; harga bawang merah yang semula Rp. 18.000,00 per-kilogram, sekarang naik hampir 2 kali lipat menjadi Rp. 30.000,00 per-kilogram,"terangnya.
Daeng Albar mengungkapkan, jika dalam sepekan ke depan tetap tidak ada kapal, bisa dipastikan stok sembako akan semakin menipis dan harganya kian mencekik.
"Harapan kami, semoga cuaca segera membaik, sehingga pengiriman sembako bisa lancar lagi,"ungkapnya. ( Nita, Esha )