Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 25-08-2008
  • 517 Kali

Harga Elpiji Di Sumenep, Tembus Rp. 83.000,00

News Room, Senin ( 25/08 ) Kenaikan harga Elpiji (LPG) yang mencapai Rp. 6.000,00, dan berlaku sejak Senin (25/08), ternyata dikeluhkan ibu rumah tangga. Sebab, kenaikan itu dirasa sangat memberatkan, disaat menghadapi bulan Ramadhan yang perekonomian masih belum stabil, akibat kenaikan harga sembako (sembilan bahan pokok). Apalagi harga Elpiji dipasaran Kabupaten Sumenep, dipatok Rp. 83.000,00 per-tabung berisi 12 kilogram, dari harga sebelumnya sebesar Rp. 77.000,00. Padahal, kenaikan harga Elpiji itu tidak sesuai dengan patokan dari perusahaan, yakni kenaikan harga Elpiji hanya sebesar Rp. 69.000,00. “Kenaikan ini sangat tidak wajar, dan terkesan ingin memperburuk perekonomian warga Sumenep. Kami mengaku kecewa dengan kenaikan harga elpiji,”kata salah seorang ibu rumah tangga, Ny. Nanik (45) warga Perumnas Giling Kecamatan Kota Sumenep. Ia menjelaskan, kenaikan harga Elpiji ini sulit dijangkau warga saat ini, mengingat harga kebutuhan lainnya juga mengalami kenaikan. Kalau harga Elpiji terus naik, maka ekonomi masyarakat tambah terpuruk. “Jangankan untuk beli Elpiji, la wong minyak tanah saja juga sulit didapat di Sumenep," terang Nanik, dirumahnya pada Senin (25/08). Sementara, salah seorang pemilik agen Elpiji, Toko Ghaza Putra Kabupaten Sumenep yang beralamat di Jalan KH. Agus Salim, Yuyun (45) mengakui jika kenaikan harga Elpiji yang dipatok sebesar Rp. 83.000,00 baru diberlakukan Senin (25/08). "Itu pun saya dikabari melalui telephon dari Surabaya, jika Elpiji naik lagi hingga Rp.83.000,00/tabung yang berisi 12 kilogram,"katanya. Ia mengaku tidak tahu secara pasti, mengenai kenaikan harga Elpiji yang kedua kalinya ini. Namun, semua agen besar memberlakukan kenaikan harga yang sama. “Sekarang tinggal konsumennya, mau membeli, atau gak Elpiji itu. Saya akui kenaikannya sangat tinggi,”tegasnya. ( Nita, Esha )