Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 16-05-2013
  • 950 Kali

Harga Elpiji 3 Kilogram Tembus Rp. 30.000,00

News Room, Kamis ( 16/05 ) Kelangkaan tabung gas elpiji 3 kilogram yang berakibat naiknya harga ditingkat eceran, tidak hanya dirasakan masyarakat daratan di Kabupaten Sumenep. Namun, warga kepulauan pun saat ini kian menjerit. Harga tabung gas elpiji 3 kilogram di Pulau/Kecamatan Masalembu, Kabupaten Sumenep, sudah tembus Rp. 30.000,00. Sedangkan di Pulau/Kecamatan Sapeken mencapai Rp. 27.000,00 per-tabung. Fery (25), salah satu warga Kepulauan Masalembu, mengatakan, harga tabung gas elpiji 3 kilogram di pulau setempat kian melambung. Pada kondisi normal, harganya berkisar Rp. 21.000,00 hingga Rp. 23.000,00, namun sekarang sudah tembus Rp. 30.000,00 per-tabung. “Harga tabung gas elpiji ini berlaku ditingkat pengecer. Warga Masalembu semakin mengeluhkan harga yang terus naik. Dan yang paling menyulitkan warga adalah stok tabung gas elpiji 3 kilogram yang langka. Kalau hari ini ada, belum tentu dua-tiga hari kedepan barangnya ada,”tandasnya. Untuk mengatasi sulitnya tabung gas elpiji itu, kata Fery, sebagian warga menyiasati dengan menggunakan kayu. “Ini langkah alternatif agar masyarakat Masalembu bisa memasak nasi. Tidak mungkin mereka menggantungkan 100 persen terhadap tabung gas elpiji kalau stoknya sudah langka. Ya akhirnya banyak yang beralih memakai kayu bakar,”terangnya. Sementara Anggota DPRD Sumenep asal Sapeken, Dul Siam, juga mengakui tingginya harga tabung elpiji 3 kilogram di Sapeken. “Sekarang harga tabung gas elpiji 3 kilogram di Sapeken mencapai Rp. 27.000,00, naik dari sebelumnya Rp.19.000,00 hingga Rp. 22.000,00 per-tabung,”paparnya. Selain harga naik, menurutnya, stok tabung gas elpiji 3 kg itu juga berkurang. “Sejak beberapa pekan terakhir ini pasokan tabung gas elpiji 3 kilogram ke Sapeken, berkurang. Ini akibat pengurangan jatah bagi Kabupaten Sumenep, sehingga imbasnya harga dinaikkan oleh pedagang. Lagi-lagi masyarakat harus menerima kenyataan pahit ini,”ungkapnya. Dul Siam meminta Pemerintah Kabupaten Sumenep, untuk segera malakukan koordinasi dengan pertamina terkait jatah tabung gas elpiji 3 kilogram tersebut. “Kasihan warga utamanya di kepulauan. Mereka sudah mengikuti aturan konversi minyak tanah ke gas, tapi kondisi saat ini justru jatah tabung gas elpiji 3 kilogram dikurangi,”pungkasnya. ( Nita, Esha )