Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 14-12-2007
  • 524 Kali

Harga Beras Bulog Melambung, Pemkab Sumenep Gelar OPK-CBP

News Room, Jum’at ( 14/12 ) Melambungnya harga beras di pasaran, utamanya beras Bulog yang mencapai Rp.115.000,00 dari Rp. 105.000,00 per-25 kilogram, ternyata mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Sumenep. Terbukti, dalam waktu dekat ini Pemkab akan segera menggelar Operasi Pasar Khusus Cadangan Beras Pemerintah (OPK-CBP). Demikian diungkapkan Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep, H. Ach. Sadik, S.sos. H. Ach. Sadik menerangkan, OPK-CBP itu dilakukan memang untuk menekan harga beras yang terus mengalami kenaikan. Sedangkan sasaran dari pelaksanaan OPK-CBP itu tidak sama dengan Operasi Pasar Murah, dan OPK-CBP ini memang dikhususkan bagi keluarga miskin. Namun, proses penebusan atau pembeliannya berupa cash and carry, beras tersebut bisa diambil jika ada uang, karena sistem penebusannya sangat berbeda dibandingkan OPK raskin. H. Ach. Sadik mengatakan, kenaikan beras itu sangat wajar, karena menjelang Hari Raya Idul Adha 1428 Hijriyah, Natal dan Tahun Baru permintaan akan beras juga meningkat, sehingga moment tersebut dimanfaatkan oleh para pedagang. Bahkan, H. Ach. Sadik memprediksi, faktor utama naiknya beras tersebut karena adanya issue kenaikan bahan bakar minyak (BBM), padahal kenaikan BBM itu hanya untuk industri dan mobil pribadi, yang saat ini dilakukan uji coba di Jakarta, namun dampaknya sudah melebar sampai kepada kebutuhan sembako di Kabupaten Sumenep. H. Ach. Sadik menjelaskan, OPK-CBK tersebut akan digelar disetiap Kecamatan se Kabupaten Sumenep, baik daratan maupun kepulauan. Ia juga memaparkan, jumlah beras yang akan digulirkan dalam OPK-CBP itu sebanyak 1.178.920 kilogram kepada 117.892 KK miskin. H. Ach. Sadik berharap, dengan adanya OPK-CBP tersebut akan mampu menekan harga beras hingga mencapai harga standart, karena sebetulnya OPK tersebut sudah habis masa waktunya memasuki Desember ini, namun karena melihat kondisi yang sangat mengkhawatirkan itu, maka mau tidak mau OPK harus dilaksanakan, agar kenaikan harga beras bisa secepatnya diminimalisir. ( Nita, Esha )