News Room, Senin ( 19/11 ) Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) berjenis premium maupun solar dikepulauan/Kecamatan Masalembu, Kabupaten Sumenep, sejak satu pekan terakhir ini, sudah tembus Rp. 12.000,00 per-liter. Padahal harga normalnya hanya Rp. 6.000,00. Anggota DPRD asal Kepulauan/Kecamatan Masalembu Kabupaten Sumenep, Darul Hasyim Fath mengatakan, tingginya harga BBM tersebut sangat mencekik masyarakat setempat yang notabene mayoritas sebagai nelayan. Akibatnya, sebagian besar nelayan berhenti melaut, karena tingginya harga BBM tersebut. “Ini sangat menyakitkan bagi warga kepulauan, utamanya Masalembu. Tingginya harga BBM sangat berdampak pada kehidupan masyarakat, seperti nelayan tidak bisa melaut sehingga perekonomian masyarakat semakin lemah,”kata Darul Hasyim Fath, Senin (19/11). Salah satu penyebab tingginya harga BBM itu, kata Darul, tidak adanya pendekatan pemerintah kepada pengelola Agen Penyalur Minyak Solar (APMS) di Masalembu dan pada gilirannya ditengarai terjadi penimbunan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. “Jangan sampai kondisi ini dibiarkan terlalu lama, sebab masyarakat kepulauan akan berbicara dengan cara mereka sendiri,”ungkapnya. Selain itu, Pemerintah Kabupaten Sumenep juga perlu melakukan peninjauan kembali terhadap izin operasi APMS yang selama ini mensuplai BBM ke kepulauan. Sementara, Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep, Drs. H. Saiful Bahri, M.Si mengaku belum menerima laporan resmi terkait persoalan pendistribusian BBM di Masalembu dari APMS ke sub agen dan masyarakat. namun pihaknya sudah mengecek langsung ke lapangan saat kunjungan kepulauan. “Secepatnya kami akan memanggil APMS, guna mengklarifikasi kondisi di lapangan. Apakah pengelola APMS ini sudah melaksanakan ketentuan 65 banding 35 atau belum,”ujarnya. H. Saiful menambahkan, sesuai aturan yang sudah disepakati bahwa setiap kali ada pasokan BBM dari Pertamina, 65 persen masuk ke dispencer untuk melayani konsumen umum, dan 35 persen boleh dijual langsung ke sub agen tanpa melalui dispencer. “Ini yang akan kami pertanyakan, kenapa sampai ada keluhan masyarakat sering kosongnya BBM di APMS,”pungkasnya. ( Nita, Esha )