New Room, Sabtu ( 25/06 ) Harga bahan bakar minyak (BBM), baik premium maupun solar di Kepulauan Masalembu, Kabupaten Sumenep, hingga saat ini masih tinggi mencapai Rp. 6000,00 perliter. Seorang tokoh masyarakat Kepulauan Masalembu, Syaiful menjelaskan, hak masyarakat Masalembu untuk mendapatkan BBM bersubsidi menjadi hilang, karena APMS (agen penyalur minyak dan solar) menjualnya pada sub agen hanya 10 persen saja. "Akibatnya, sub agen di Kepulauan Masalembu tidak banyak memiliki persediaan. Ini yang kemudian memicu permainan harga BBM ditingkat eceran," kata Syaiful, ketika dihubungi melalui telepon genggamnya, Sabtu (25/06). Sedangkan untuk yang 90 persen BBM lainnya, kata Syaiful, secara langsung dijual pada pengecer oleh APMS. "Dengan kondisi seperti ini, pengecer seenaknya menjual premium dan solar pada masyarakat, yang perliternya Rp. 6000,00," terangnya. Untuk itu, Syaiful berharap pada Pemerintah Kabupaten Sumenep, baik eksekutif maupun legislatif, supaya lebih fokus menangani persoalan penyaluran BBM ke kepulauan. utamanya Masalembu, agar permainan harga tidak berlangsung lama. ( Nita, Fery )