News Room, Senin ( 29/12 ) Program Pemberdayaan Masyarakat Perkotaan (P2KP) di Desa Parsanga Kecamatan Kota Sumenep, yang saat ini sudah merealisasikan tahap kedua bidang sosial, disambut baik oleh masyarakat. Sebab, disamping dapat membantu masyarakat langsung, P2KP diharapkan bisa meng-cover kepentingan masyarakat yang kebetulan belum tersentuh secara langsung melalui berbagai kegiatan proyek pemerintah. Kepala Desa Parsanga, Imam Idafi berharap P2KP kedepan benar-benar bisa berdampak baik bagi pemberdayaan masyarakat miskin di Desanya. Sebab, terkadang pemberian bantuan seperti halnya raskin, masih belum menyentuh jumlah sasaran masyarakat miskin yang ada di Desanya. “Syukurlah melalui P2KP ini masyarakat miskin yang selama ini tidak masuk daftar penerima raskin maupun bantuan lainnya, bisa merasakan juga bantuan beras dan kebutuhan sehari-hari lainnya,â€Âujar Imam Idafi. Karena itu, pihaknya sejak baru dilantik menyerahkan sepenuhnya kepada hasil musyawarah RT untuk mengklarifikasi dan merekap kembali daftar orang miskin di RT masing-masing sesuai urutan tingkat kemiskinannya, sehingga diharapkan tidak ada kecemburuan sosial dikemudian hari, sebab yang mengetahui pasti orang miskin, yakni di tingkat tetangganya. Sementara Koordinator Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Desa Parsanga, Moh. Hosni menjelaskan, bantuan sosial yang diberikan pada pencairan dana P2KP tahun ini, meliputi bantuan kepada 45 lansia berupa beras 5 kilogram, minyak goreng 1 liter, susu bubuk, dan 5 mie instan per-orang. Kemudian bantuan perlengkapan sekolah, berupa sepatu dan kaos kaki kepada 75 siswa tidak mampu. Hosni berharap pada tahun 2009 mendatang, P2KP akan terus berlanjut untuk program berikutnya, yakni berupa Paket P2KP, seperti yang telah diberikan untuk Kecamatan Kalianget dan Kecamatan Raas, setelah sukses pada pelaksanaan P2KP tahap I sebelumnya. Sebab, P2KP benar-benar diharapkan masyarakat, karena lebih memberdayakan masyarakat secara langsung dan transparan. Salah seorang penerima bantuan perlengkapan sekolah, Imrotun mengaku sangat senang dengan bantuan yang diberikan. Sebab, saat ini menurut Iim, panggilannya harga kebutuhan sekolah sangat mahal. “Saya senang, karena orang tua tidak bingung lagi membelikan sepatu baru,â€Âungkapnya penuh riang. ( Ren, Esha )