Media Center, Senin ( 23/08 ) Dinilai sukses memberikan pencerahan melawan hoax seputar vaksinasi, Rapat Koordinasi (Rakor) Kecamatan Pragaan menghadirkan pakar ahli keilmuan kesehatan terutama virus dr. Susilo.
dr. Susilo mengatakan, bahwa tidak ada jaminan pandemi akan berakhir, karena obat untuk Corona Virus Disease (COVID-19) belum ada.
“Obat yang ada itu hanya untuk menghambat replikasi virus, bukan mengobati. Jika kekebalan melalui vaksinasi belum 80% terbentuk dari populasi penduduk, kita khawatir gelombang kasus terkonfirmasi COVID-19 naik lagi,” jelasnya, Senin (23/08/2021).
Ia mengungkapkan, betapa sulitnya merubah pandangan masyarakat terhadap vaksin dan perilaku taat Protokol Kesehatan (Prokes), dan masih terpengaruh berita hoax.
“Negara lain sudah buka masker, karena sudah divaksin. Kekebalan kelompok sudah terbentuk, mereka sudah melewati masa sulit, sudah ada Piala Eropa,” ungkapnya, pada Rakor yang digelar, di Pendopo Kecamatan setempat.
Pihaknya memaparkan, tujuan vaksinasi tiada lain ialah untuk memberi perlindungan agar tidak tertular atau sakit berat akibat COVID-19 dengan cara menstimulasi kekebalan spesifik dalam tubuh dengan pemberian vaksin.
Berkaitan banyaknya hoax beredar, orang yang terpengaruh berita hoax vaksinasi jumlahnya sedikit, banyak yang sudah yakin, jumlah yang ragu-ragu sekitar 60%. Untuk itu, yakinkan yang ragu-ragu ini agar bervaksin.
“Hindari berita hoax dengan rajin buka literasi, yang tidak perlu di-share jangan di-share,” pungkasnya.
Selanjutnya Rapat Koordinasi dipimpin Camat Pragaan Darus Salam, mendorong semua elemen bergerak menyukseskan vaksinasi. ( KIM-KMAP/Ismi,Fer )