News Room, Rabu ( 20/04 ) Menghadapi anomali iklim yang terjadi akhir-akhir ini Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Sumenep berupaya membekali para penyuluh lapangan, agar bisa memberikan solusi kepada petani dalam menyiasati iklim yang terjadi saat ini. Kepala Bidang Sumber Daya dan Penyuluhan Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Sumenep, Kurratul Aini, SP kepada wartawan, Rabu (20/04) pada kegiatan Sekolah Lapang (SL) Iklim di salah satu Hotel di Sumenep mengungkapkan, pentinya SL Iklim dilaksanakan dalam menyiasati cuaca yang selalu tidak menentu saat ini. “Melalui SL Iklim diharapkan hasilnya nanti bisa dilanjutkan kepada para petani, agar bisa membaca perubahan cuaca sendiri dengan menggunakan alat yang sederhana,”ujarnya. Sebab, diakui Kurratul Aini, dalam kurun waktu beberapa bulan ini, prediksi cuaca selalu berubah-ubah, sehingga prediksi cuaca yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) tak bisa menjamin dengan kenyataan yang terjadi. Misalnya saja, ketika diprediksi akan terjadi musim kemarau, ternyata yang terjadi curah hujan sangat tinggi. Karena itu, dengan pengetahuan yang dimiliki dan peralatan manual yang sederhana, petani diharapkan bisa mandiri dalam mengukur curah hujan dan kelembaban tanah, sehingga yang paling diharapkan para petani, tidak sampai mengalami kerugian yang besar. Sebab, dengan pengetahuan yang dimiliki nantinya diharapkan petani bisa belajar sendiri bagaimana melakukan pola tanam dan upaya menghadapi cuaca yang terjadi saaat itu. Dijelaskan, pelaksanaan sekolah lapang iklim ini merupakan baru pertama yang akan dilaksanakan mulai awal bulan Mei, setiap minggu selama 12 minggu. Untuk sementara pesertanya sebanyak 25 orang dari UPT Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kecamatan dan penyuluh yang tersebar pada 12 Kecamatan di Sumenep. “Selanjutnya masing-masing UPT Dinas Pertanian dan Para penyuluh lapangan akan menindak lanjuti kepada para kelompok tani untuk terus dilanjutkan pada anggotanya,”pungkasnya. ( Ren, Esha )