Media Center, Selasa ( 08/03 ) Sebuah terobosan Inovasi dari seorang Kalsum, S.Pd.SD, Guru kelas 1 di SDN Romben Guna 1 Kecamatan Dungkek Kabupaten Sumenep, yang membuat dan menerapkan aplikasi sederhana untuk menilai kemampuan siswa kelas awal dalam membaca.
Aplikasi ini sangat mudah dan bagus digunakan para guru dalam penilaian terhadap siswa tanpa harus mencatat dan menghitung kembali penilaian yang sudah dihasilkan dari siswa. Karena penilaiannya sudah lengkap dengan rekapnya akan muncul ketika guru membutuhkan data hasil penilaian untuk dievaluasi terhadap siswa yang belum bisa membaca, sudah atau masih sering salah dan seterusnya.
Kalsum mengaku mendapatkan ide untuk membuat aplikasi penilaian membaca tersebut usai mengikuti workshop Gerakan Literasi Inovasi Baca Tulis Hitung (Gisibalistung) yang dilaksanakan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep bersama Tim Inovasi Jawa Timur akhir tahun 2021 lalu.
Setelah semangat mempraktekkan materi Gisibalistung kepada siswanya, ternyata masih ada ganjalan atau kesulitan dalam merekap penilaian membaca anak yang praktis.
"Dari kesulitan itu muncul ide saya yang dibantu rekan guru di sekolah kami untuk membuat aplikasi khusus penilaian menggunakan aplikasi Excel yang mudah dan tidak perlu repot-repot menggunakan Word lagi seperti sebelumnya." jelas Kalsum, Selasa (08/02/2022).
Menurutnya, cara penggunaan aplikasi khusus penilaian ini juga mudah dilakukan karena tidak perlu merekap nilai lagi, tapi langsung terekap secara otomatis dan terkumpulkan kemampuan membaca siswa dalam tiga golongan, yakni kurang, sedang dan lancar, juga siswa yang bermasalah pada membaca huruf, suku kata, atau kata.
Sehingga, ini akan memudahkan guru dalam menentukan strategi yang berbeda sesuai kemampuan siswa hasil dari diagnosa dalam membaca atau penilaian membaca siswa kelas awal
Ia berharap para guru yang mempraktekkan Gisibalistung khususnya bagi siswa kelas awal akan semakin mudah jika menggunakan aplikasi penilaian membaca tersebut.
Dikatakan, jika hasil karyanya tersebut ketika dipresentasikan kepada Tim Inovasi Kabupaten Sumenep mendapat apresiasi baik. Sehingga bisa di-share ke teman-teman guru pada Workshop Gisibalistung khususnya di Kecamatan Dungkek yang masih berlangsung saat ini. Bahkan, pihaknya berharap jika tidak menutup kemungkinan ke depan akan muncul ide-ide baru dalam memudahkan guru melakukan penilaian membaca terhadap siswa.
"Para guru termasuk kami harus terus banyak belajar mengikuti perkembangan teknologi yang ada, kami juga bersyukur jika aplikasi penilaian membaca ini bisa diterapkan dalam melaksanakan praktek literasi numerasi di sekolah," tandasnya.
Lebih lanjut dijelaskan jika aplikasi ini hanya men"digital"kan atau dibuat otomatis dalam merekap, jika sebelumnya (yang dari Inovasi) manual dan harus menggandakan sejumlah siswa. Artinya aplikasi ini dibuat agar tidak banyak menggunakan kertas fotocopy-an dan juga harus merekap kembali. Bahkan, aplikasi ini ada yang berbahasa Madura untuk kembali ke awal, tertulis "abeli cong" ketika di-klick kembali ke awal atau kembali ke menu utama dan siap untuk input hasil penilaian membaca siswa berikutnya. ( Ren, Fer )