News Room, Senin ( 28/11 ) Belum turunnya anggaran perbaikan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Ganding II, pasca diterjang angin puting beliung, membuat guru sekolah setempat membangun ruang kelas baru dari bambu. Kepala SDN Ganding II, Ilham menjelaskan, sejak bencana alam yang menimpa gedung sekolah yang dipimpinnya ini, pihaknya tetap berupaya melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM), meski harus menempati warung, parkiran maupun dirumah warga. “Nah, Senin (28/11) ini, kami membangun satu ruang kelas dari bambu untuk ditempati para siswa. Namun, kebetulan tadi pagi hujan, sehingga siswa yang menempati warung tadi pagi basah semua. Kami pun bersama guru lainnya membangun kelas alternatif meski sederhana,”kata Ilham, di SDN II Ganding, Sumenep, Senin (28/11). Ilham mengungkapkan, apapun akan dilakukannya, guna mengantisipasi terganggunya proses KBM disekolahnya. “Kami tidak ingin gara-gara terkendala ruangan KBM mandek. Makanya, ruang alternatif pun dibangun, walau terbuat bari bambu,”terangnya. Menurut Ilham, beberapa waktu lalu, pihaknya sempat dikabari oleh UPT Dinas Pendidikan Ganding, jika CV tertentu akan segera mendatangi SDN Ganding II, guna melakukan perbaikan. “Namun, sampai awal pekan ini, ternyata belum ada satu pun CV yang datang ke sekolah kami. Mudah-mudahan kabar perbaikan SDN Ganding II, bisa secepatnya dilaksanakan. Kasihan anak-anak harus belajar berpindah-pindah tempat,”ungkapnya. Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, Achmad Masuni mengatakan, pihaknya telah menyiapkan dana sebesar Rp. 146 juta, untuk memperbaiki sejumlah lembaga pendidikan dasar yang rusak akibat diterjang angin puting beliung. “Secepatnya, dana tersebut akan dikucurkan pada sekolah yang rusak akibat diterjang angin puting beliung, termasuk SDN Ganding II. Insya Allah, akhir tahun ini sekolah tersebut sudah selesai diperbaiki, demi menunjang kelancaran kegiatan belajar mengajar (KBM),”katanya. ( Nita, Esha )