Sumenep-Kominfo News Room : Guru sebagai ujung tombak dunia pendidikan harus terus belajar menambah serta meningkatkan ilmu pengetahuan untuk mewujudkan generasi penerus bangsa yang cerdas dan terampil di segala bidang. Demikian sambutan tertulis Kepala Badan pendidikan dan Pelatihan (Badiklat) Propinsi Jawa Timur yang dibacakan Kepala Bidang Diklat Fungsional, Totok Pranoto saat menutup Diklat Metode Peningkatan Kapasitas Guru Pemandu Mata Pelajaran Fisika tingkat SMP di Badan Diklat Jatim, Kamis (9/8) sore. Guru sebagai pendidik generasi penerus bangsa harus mempunyai kelebihan ilmu pengetahuan dari anak didiknya. Di era globalisasi, jangan sampai ada murid lebih pandai daripada gurunya. Agar hal itu tidak terjadi, para pendidik/guru harus terus belajar baik di pendidikan formal maupun non fomal seperti diklat. Setelah diterapkan manajemen Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK), tanggung jawab serta beban tugas para guru dituntut mempunyai kompetensi yang tinggi serta dedikasi dan intergritas yang terpuji. Disamping itu, guru juga harus memiliki sikap yang responsif dan apresiatif terhadap berbagai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya di bidang pendidikan. Dengan jalan seperti itulah, para pendidik bisa mengimbangi berbagai perubahan dan meningkatkan kinerjanya. Diklat yang diadakan oleh Pemerintah Propinsi Jawa timur ini merupakan bagian dari upaya yang serius dan berkelanjutan untuk peningkatan kompetensi guru dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan di tingkat SMP. Diharapkan, peserta diklat setelah setelah selesai dan pulang ke tempat kerjanya harus dapat mengembangkan dan menyosialisasikan inovasi dan kreativitas yang diperoleh selama dalam mengikuti diklat kepada anak didik serta guru sejawatnya. Harus dipahami pula, bahwa untuk mengoptimalkan kualitas pembelajaran fisika, maka diperlukan upaya terpadu meliputi pemanfaatan sarana, kreativitas metode penyampaian dan pendalaman materi yang sesuai dengan kapasitas belajar siswa. Selain itu, diklat ini dapat meningkatkan kompetensi dan profesionalisme individu kepada staf pengajar di tingkat SMP, meningkatkan kualitas pembelajaran yang diharapkan akan berdampak pada peningkatkan kemampuan para siswa. Dan yang terakhir, dapat terus meningkatkan kinerja serta kualitas sekolah di mana para peserta diklat bertugas. Kasubid Diklat Profesi Badiklat Jawa Timur, Suherwanto mengatakan, diklat berlangsung selama dua minggu diikuti 30 orang guru pemandu fisika SMP dari sekolah negeri dan swasta di berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur. Para peserta semua dinyatakan lulus dan berhak memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan (STTP) dari Pemerintah Propinsi Jawa Timur. ( JNR, Soek )