News Room, Senin ( 05/11 ) Gara-gara 8 guru di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pragaan Laok 2, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, dimutasi mengakibatkan siswa setempat terlantar. Hal itu terjadi sejak pekan lalu, ketika SDN Pragaan Laok 2 diregrouping ke sekolah SDN Pragaan Laok 1, Kecamatan Pragaan. Pada saat lembaga pendidikan sekolah itu diregrouping, jumlah murid menjadi 437 siswa, yang terbagi menjadi 18 ruang. Sedangkan tenaga pengajar yang awalnya 19 guru, tersisa 11 guru, dan 8 guru lainnya dimutasi, sehingga sekolah tersebut kekurangan tenaga pengajar. Kondisi tersebut, kontan membuat puluhan wali murid, Senin (05/11) pagi, mendatangi SDN Pragaan Laok I. Salah Seorang Wali Murid, Mukhlis, mengatakan, pihaknya sengaja datang ke SDN Pragaan Laok I, karena sesuai penuturan anaknya bahwa sejak sekolahnya digabung tidak pernah menerima mata pelajaran. "Ini kan tidak baik bagi dunia pendidikan anak kami. Masak tiap hari cuma duduk-duduk saja tanpa diajari pelajaran berupa apapun. Makanya, tujuan awal kami datang ke SDN Pragaan Laok I, guna mendesak Kepala Sekolah setempat, agar secepatnya menyediakan guru pengganti. Jangan biarkan anak kami terlantar,”kata Mukhlis, Senin (05/11). Sementara Kepala SDN Pragaan Laok I, Kecamatan Pragaan, Mahfud, mengungkapkan, terlantarnya ratusan siswa itu bukan disengaja, melainkan murni akibat kekurangan tenaga pengajar, karena 8 guru dimutasi. "Kami sudah mengambil kebijakan untuk mengatasi persoalan itu, yakni dengan mengaktifkan guru sukarelawan (sukwan) guna menjadi guru kelas. Itu dilakukan demi kelancaran Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) disekolah ini,"terang Mahfud. Selain itu, kata Mahfud, pihaknya juga akan melaporkan kondisi ini pada Dinas Pendidikan (Diknas) Sumenep, agar 8 guru yang dimutasi tersebut dikembalikan lagi ke SDN Pragaan Laok I. "Bagi kami, keberadaan 8 guru itu sangat berharga utamanya kelangsungan KBM siswa. Kami minta Diknas benar-benar memperhatikan kondisi SDN Pragaan Laok I, tolong kembalikan ke-8 guru tersebut, demi kelancaran KBM disekolah yang kami pimpin ini,"ungkapnya. ( Nita, Esha )