Media Center, Kamis ( 20/09 ) Kepastian pengangkatan honorer K-2 dari pusat belum ada kejelasan yang pasti, sehingga membuat para honorer K-2 di Sumenep makin cemas dengan pengabdian yang selama ini dijalani, namun belum ada kepastian minimal mendapatkan upah yang layak untuk kebutuhan hidup sehari-hari.
Salah seorang guru honorer K-2 yang mengabdi di SDN Banasare 2 Kecamatan Rubaru, Munawar mengaku ikut melakukan aksi bersama Forum Honorer K-2 se-Kabupaten Sumenep hari ini, Kamis (20/09) karena ingin nasibnya juga diperhatikan oleh pemerintah.
Ayah dari 2 anak ini mengaku mengabdi sebagai guru sudah ditekuni sejak tahun 2004 lalu, dengan sambil bertani musiman ini berupaya untuk melaksanakan kewajibannya hampir sama dengan guru PNS lainnya yang ada di sekolahnya mengabdi.
“Tentunya harapan kami pada pemerintah tetap bisa memperhatikan kami dengan mengangkat kami sebagai PNS tanpa ketentuan lainnya yang tidak mungkin untuk dipenuhi, seperti usia dan sebagainya,” tandasnya.
Sementara salah seorang honorer K-2 yang sehari-hari juga mengabdi sebagai penjaga sekolah di SDN Batuputih Laok 2, Ramli mengaku punya harapan besar bisa diangkat sebagai PNS seperti penjaga sekolah lainnya yang memiliki status jelas. Sebab, diakui Ramli, jika tidak bekerja seperti bertani dan sebagainya, honor yang diterima tidak mencukupi untuk kebutuhan keluarganya.
“Tetap kami syukuri dengan honor Rp350.000,00 dari Pemkab Sumenep, dan kadang juga ada tambahan dari sekolah, jika ada kelebihan dana kegiatan,” ujarnya.
Sedangkan ayah dua anak ini juga mengaku tetap bekerja sebagaimana mestinya, menjaga dan membersihkan sekolah dengan terus berdoa, semoga tetap berkah dan syukur jika sampai nantinya diangkat sebagai PNS. ( Ren, Esha )