News Room, Jum’at ( 07/08 ) Penangkapan ikan dengan menggunakan bahan peledak (handak) diperairan laut wilayah Kepulauan Sapeken, semakin marak. Bahkan, memakan korban jiwa. Salah seorang nelayan warga Desa Saobi (Pulau Sapapan) Kecamatan Kangayan, Fauzi (35) tewas terkena ledakan bom ikan di perairan antara Saobi dengan Pulau Sapapan, dengan kondisi tangan kanan lepas dan kepala korban hancur. Menurut seorang warga Pulau Sapeken, yang juga anggota DPRD Sumenep, Nur Asyur, bom ikan yang biasa disebut potas itu meledak saat korban hendak mencari ikan diperairan setempat bersama dua orang nelayan lainnya dengan menggunakan perahu mesin. “Saat itu, bom ikan sudah dipersiapkan untuk dilempar ke laut menggunakan tangan kanan. Tapi, sebelum sempat dilempar, handak yang mirip bom dengan berukuran cukup besar itu keduluan meledak ditangannya,†terangnya. Ia menjelaskan, korban pun tewas seketika. Sedangkan dua teman nelayan lainnya hanya mengalami luka ringan dan masih bisa merapatkan perahunya ke bibir pantai. Nur Asyur yang melakukan serap aspirasi di sejumlah pulau tersebut, meminta kepada Satuan Polisi Air (Satpolair) maupun instansi terkait, agar pengawasan terhadap penggunaaan handak saat mencari ikan diperketat, selain membahayakan nelayan juga merusak terumbu karang. “Saya harapkan kejadian serupa tidak lagi terjadi. Cukup ini menjadi pelajaran berharga bagi semuanya,â€Âkatanya. Sementara, Kasatpolair Kalianget, Sumenep, AKP Aryanto Agus Subekti membenarkan kejadian tersebut, dan saat ini pihaknya masih melakukan koordinasi dengan aparat setempat. “Memang benar kejadian itu, tapi kami belum bisa mengkonfirmasi secara lengkap, dikarenakan tempat kejadian perkara (TKP) sangat jauh dan membutuhkan waktu sekitar 12 jam perjalanan laut, dari Kalianget ke Pulau Sapeken,†tegas Agus pada wartawan dihubungi melalui jaringan telepon, Jumat (07/08) Ia menerangkan, selain koordinasi dengan aparat setempat, pihaknya saat ini sedang melakukan penyelidikan terhadap peristiwa tersebut. Karena, setelah kejadian ini, direncanakan patroli diwilayah perairan kepulauan akan ditingkatkan, untuk menghindari makin maraknya penggunaan handak saat menangkap ikan dilaut. ( Nita, Esha )