Sumenep-Infokom News Room : Kabar pencampuran formalin pada makanan membuat omset para pedagang turun cukup drastis. Dampak ini sangat dirasakan terutama oleh pedagang kecil, seperti pedagang kali lima (PKL). Dari data Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur, omset para PKL dan industri makanan kecil turun hingga 60 prosen. Kini Disperindag melakukan upaya untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat yang sempat turun itu. Seperti acara yang dilakukan, Selasa (31/01) lalu, Disperindag bersama Gubernur Jawa Timur, H. Imam Utomo serta beberapa pejabat Pemerintah Propinsi menggelar “Kampanye� makan bakso, mie ayam dan tahu di kawasan Masjid Al-Akbar Subaraya. “Kampanye makan bahan makanan yang sempat diduga mengandung boraks dan formalin ini dilakukan, agar warga masyarakat tidak takut lagi dalam mengkonsumsi makanan tersebut�, ujar Kadisperindag Jawa Timur, Cipto Budiono. Dalam acara tersebut Gubernur Imam Utomo juga menyatakan perlunya pemberantasan pemasaran formalin dan boraks ilegal. H. Imam Utomo mengakui, sebenarnya kampanye makan bersama makanan yang diindikasikan mengandung formalin dan boraks belum efektif. Namun bisa jadi upaya ini dapat mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap makanan yang diduga menggunakan formalin dan boraks. “Sebetulnya informasi dari WHO, jika formalin dan boraks dikonsumsi dalam jumlah kecil, tidak masalah. Itu akan ikut terbuang dengan bahan yang tidak dibutuhkan tubuh lainnya. Makan bersama ini sebenarnya memang lebih kepada mempromosikan kembali industri kecil agar tidak semakin terpuruk�, ujarnya. Lebih lanjut, H. Imam Utomo mengaku telah menginstruksikan pada Bupati, Walikota, Dinas Kesehatan serta Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota dan Kabupaten serta Propinsi Jawa Timur untuk memberantas peredaran formalin dan boraks secara illegal di pasaran. Sementara itu, Cipto Budiono menyatakan, acara ini memang menjadi agenda Disperindag. �Upaya kita lakukan untuk mengingatkan pada masyarakat, bahwa tidak semua makanan seperti bakso, tahu dan mie mengandung bahan yang berbahaya�, tandasnya. ( DM, Ong, Esha )