Sumenep-Kominfo News Room : Jatim yang ditetapkan sebagai salah satu Propinsi penghasil pangan di Indonesia, dituntut untuk terus meningkatkan produksi tanaman pangannya. Karena itu, Pemerintah Propinsi selain mengizinkan pendirian pabrik-pabrik pupuk organik di Jawa Timur, juga mengharapkan petani menggunakan Nutrisi Saputra untuk meningkatkan produktivitas tanaman pangannya. Gubernur Jawa Timur, H. Imam Utomo, saat Pemaparan Pemanfaatan Nutri-Agro Plus (Nutrisi tanaman/Nutrisi Saputra) di Gedung Negara Grahadi, Rabu (20/9) mengatakan, nutrisi saputra ini sangat bagus digunakan oleh petani. Karena selain tidak merusak unsur hara tanah, juga dapat memanen tanamannya berkali-kali. Penemu Nutrisi Saputra, H. Umar Hasan Saputra menjelaskan, teknologi saputra sebenarnya ada enam, yakni teknologi nutrisi, teknologi medicine, teknologi energi, teknologi zarah, teknologi water, dan teknologi materi. Hanya saja yang sedang dikembangkan saat ini adalah teknologi nutrisi, khususnya nutrisi esensial untuk pertanian. Selain digunakan untuk pertanian, nutrisi esensial juga bisa digunakan pada peternakan, perikanan, bahkan juga pada manusia. Rencananya, nutrisi esensial ini juga akan digunakan sebagai bahan kosmetik. Dia menjelaskan, nutrisi Saputra sebenarnya merupakan teknologi pembentukan nutrisi esensial yang hasilnya dapat dimanfaatkan oleh seluruh makhluk hidup yang ada di alam ini. Nutrisi saputra bukan berupa pupuk organik, pupuk anorganik, probiotik, unsur hara, juga bukan penyedia nutrisi kasar. Melainkan nutrisi esensial yang berbentuk liquid (cair). Dengan memakai nutrisi ini, tidak lagi siperlukan pupuk kimia. Menurut dia, pertanian di Indonesia terlalu memboroskan sumber daya. Dengan nutrisi Saputra ini, produktivitas dapat meningkat, mengurangi penggunaan pupuk kimia, mengurangi usia penanaman, dan dapat menurunkan biaya produksi. “Bisa jadi tanamnya hanya sekali, tapi panennya berkali-kali,†ujarnya. Penggunaannya pun sangat irit. Bila 1 Ha lahan membutuhkan 700 kg pupuk, nutrisi Saputra hanya memerlukan 10 kg saja. “Untuk tanah seluas 2.000 meter, hanya diperlukan 2 botol nutrisi saputra (sekitar 2 liter),†katanya. Di Jawa Timur, nutrisi Saputra sudah diuji cobakan di Jember dan Madiun. Hasilnya, beberapa tanaman yang memakai nutrisi ini terlihat lebih segar dan buahnya besar-besar. Seperti pohon mangga yang buahnya bisa keluar dari batang, pohon pisang, tanaman cabai, kedelai, kubis, tomat yang berbuah terus-menerus dan kacang panjang. Bahkan pada tanaman kacang panjang, panjangnya mencapai 50 cm dengan diameter 1 cm. Sementara pada manusia, Saputra mencoba pada dirinya sendiri. “Nutrisi Saputra yang dikonsumsi manusia bisa membuat mereka merasa kenyang, sehingga jarang makan. Selain itu juga bisa menjaga kondisi tubuhnya, sehingga terlihat awet muda,†katanya. Rencananya, nutrisi yang ditemukan sejak 2002 ini, mulai dipasarkan di seluruh Indonesia pada Senin (25/09) depan. Namun jumlah yang dipasarkan sangat terbatas, hanya untuk 500 ribu hektar saja. ( JNR,Esha )