Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 12-03-2009
  • 478 Kali

GTT Di Berbagai Kecamatan Bentuk Forum Komunikasi

News Room, Kamis (12/03 ) Setelah sebelumnya Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Sumenep melakukan upaya untuk memperjuangkan nasib ribuan guru, mulai dari tingkat guru TK hingga SMA, untuk diajukan masuk database ke pusat. Kali ini kembali melakukan pembentukan Forum Komunikasi Guru Tidak Tetap (GTT) di beberapa Kecamatan. Menurut Ketua PGRI Kabupaten Sumenep, Joko Soengkono ketika ditemui di ruang Posko, SDN Pajagalan II Sumenep, mengungkapkan jika saat ini hampir separuh Kecamatan di Sumenep ini, para guru yang belum memiliki kejelasan nasibnya ini membentuk FKGTT. “Hampir setiap minggu ada dua sampai tiga kali saya melantik pengurus FKGTT di Kecamatan, sebab dengan forum ini kita lebih enak dalam memberikan sosialisasi dan pembinaan kepada GTT ini,”ujar Soengkono. Menurutnya, dalam setiap kunjungannya ke Kecamatan-kecamatan itu pihaknya menekankan agar para guru sukarelawan tersebut tidak mudah percaya kepada oknum yang tidak bertanggung jawab. Misalnya, dengan meminta sejumlah uang dan mengiming-imingi untuk diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Sebab, ketika PGRI memperjuangkan mereka dan mengusulkan untuk masuk ke data base, pihaknya tidak pernah menerima sepersenpun dari para guru. Bahkan, dari sekitar 8.000 guru TK/RA, SD/MI, SMP/MTs, SMA dan MA, baik negeri maupun swasta se Kabupaten Sumenep yang dilakukan dengan dua tahap, para pengurus bekerja secara sukarela. Karena itu, apabila ada oknum yang mengatas namakan pengurus PGRI datang mengiming-imingi para guru ini, pihaknya tidak akan tinggal diam. Meski tidak secara resmi melaporkan perihal beberapa guru yang sempat didatangi oknum dengan meminta sejumlah uang untuk meloloskan sebagai CPNS kepada aparat, namun pihaknya yakin hal itu sudah terendus aparat, hanya saja masih belum ada yang melapor secara resmi. ( Ren, Esha )