Media Center, Rabu ( 15/03 ) Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Sumenep menggelar talk show Kewirausahaan dan Seminar Traficking, yang dilaksanakan di Aula Al-Ikhlas Kantor Kemenag Sumenep, Rabu (14/03).
Pembina GOW Sumenep, Ny. Nurfitriana Busyro Karim, pada pembukaan acara tersebut dengan tema “Motivasi diri untuk mengembangkan jiwa interpreneurship menuju kemandirian” mengungkapkan, jika kegiatan tersebut sangat urgen untuk mendorong kaum perempuan dalam pembangunan, sekaligus mengangkat harkat dan martabatnya.
“Saya harapkan, kaum perempuan lebih mandiri dan tak hanya jadi benalu dari kaum lelaki, karena perempuan hebat bukanlah yang berdiri dibelakang laki-laki, namun berdiri bersama dan berdiri berdampingan, berjuang bersama-sama kaum laki-laki sesuai perannya,”ungkapnya.
Dikatakan, di Kabupaten Sumenep sendiri selama ini partisipasi perempuan di parlemen hanya 6 persen, sebagai tenaga profesional hanya 29 persen, dan sumbangan pendapatan perempuan hanya 38 persen.
Lebih lanjut istri Bupati Sumenep ini juga mengungkapkan, dalam kontek ekonomi, setidaknya ada 4 fakta penting kaum perempuan, yang pertama perempuan memiliki peran strategis dalam peningkatan kualitas hidup keluarga dan membangun kewirausahaan, ke dua 60 persen usaha kecil dan mikro di Indonesia dimotori perempuan.
Yang ke tiga kewirausahaan perempuan berpotensi menciptakan alternatif pendapatan bagi keluarga, dan ke empat peran perempuan berperan sebagai manajer dalam mengelola ekonomi keluarga.
“Namun, selama ini kaum perempuan hanya berperan sebatas lingkup domistik, yakni mengurus rumah dan keluarga,”tambahnya.
Sementara Ketua GOW Kabupaten Sumenep, Ny. Nia Kurnia Fauzi menjelaskan, dengan kegiatan talk show Kewirausahaan dan Seminar Traficking, diharapkan GOW Sumenep akan semakin mampu berbuat lebih baik lagi dalam rangka memotivasi kaum perempuan untuk mengembangkan jiwa interpreneurship menuju kemandirian.
“Dengan kegiatan ini diharapkan berjalan dinamis dan muncul gagasan dan ide konstruktif dari para peserta, agar dapat memberikan solusi bagi kaum perempuan di Sumenep,”tandasnya. ( Ren, Esha )