Media Center, Selasa ( 24/07 ) Gerakan sadar wisata dan sapta pesona perlu menjadi landasan utama baik masyarakat, pelaku wisata maupun pemerintah, agar wisatawan yang datang tidak kecewa, sehingga akan meningkatkan perekonomian masyarakat.
Hal tersebut sempat diungkapkan Kepala Bidang Destinasi Pariwisata pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Widarto pada pelatihan teknis di Pulau Gili Iyang Kecamatan Dungkek.
Karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur dorong Gerakan Sadar Wisata Pulau Gili Iyang, Pelaku Wisata maupun pemerintah dalam mengembangkan potensi wisata di daerahnya, harus menjadi landasan utama dalam Gerakan Sadar Wisata dan Aksi Sapta Pesona.
Menurutnya, Potensi Wisata Pulau Oksigen Gili Iyang memiliki daya tarik bagi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur dengan menggelar pelatihan dan Bimbingan Teknis (Bintek) Gerakan Sadar Wisata dan Sapta Pesona di Pulau Gili Iyang, Kecamatan Dungkek, pada Senin kemarin (23/07).
“Pemerintah memiliki komitmen pergerakan ekonomi, mengembangkan potensi wisata yang bisa dipasarkan sekaligus mendorong tumbuhnya ekonomi di 38 Kabupaten/Kota,” ungkapnya, saat dihubungi Wartawan, Selasa (24/07).
Sebab, diakui Widarto, jika di Jawa Timur ada 784 Desa Wisata yang memiliki kekhasan yang tidak dimiliki daerah lainnya, termasuk Pulau Gili Iyang yang memiliki kadar oksigen terbaik di dunia. Saat ini, Pulau Gili Iyang juga sudah viral di dunia internasional, sehingga wisatawan tertarik untuk berkunjung, baik regional maupun mancanegara perlu menumbuhkan kesadaran masyarakat di setiap Desa, bahwa wilayahnya memiliki potensi wisata internasional yang bisa digali, sehingga masyarakat bisa bersama-sama berbenah mengembangkan potensi wisatanya.
“Dalam waktu dekat, Sumenep akan menjadi tuan rumah event ASEAN seperti, Festival Keraton Nusantara, sehingga menjadi media mengenalkan dan meningkatkan kunjungan wisatawan ke Pulau Gili Iyang maupun objek wisata lainnya,” tandasnya. ( Ren, Esha )