Media Center, Senin ( 17/02 ) Kepala Desa Karduluk, H. Zainul Ihsan sangat mendukung kemandirian Nahdlatul Ulama (NU) dengan ikut memasukkan uang ke dalam kotak koin Muktamar NU di rumahnya di Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.
Menurutnya, gerakan percepatan kemandirian jam'iyah harus diberi contoh untuk memperkuat kembali ruh kemandirian NU dalam menjalankan roda organisasi, khususnya kemandirian dalam menggelar forum musyawarah tertinggi NU yaitu Muktamar NU.
"Muktamar itu memilih pemimpin tertinggi NU yakni Ketua dan Rais A'am PBNU. Untuk itu kita yang di ranting harus ambil bagian dari sisi pendanaan, agar perhelatan bisa sukses. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu lokomotif perubahan peradaban Indonesia dan dunia," kata Kepala Desa yang sekaligus Ketua Ranting NU Karduluk ini, Senin (17/02/2020).
Sebagai Ketua Ranting NU Karduluk, ia merasa tertarik dengan tema Muktamar NU tahun ini 'NU Mandiri, Indonesia Bermartabat'. Menurutnya, Kemandirian adalah akar dari kekuatan.
Zainul Ihsan juga mendoakan agar Muktamar PBNU yang akan digelar pada 22-27 Oktober 2020 mendatang mampu menjadikan Indonesia makin kuat dan bermartabat di mata dunia.
Pemerintah Desa Karduluk selalu mendukung gerakan kemasyarakaan NU terutama yang berkaitan dengan penggalangan dana di masyarakat, agar masyarakat desa semakin barokah dan makin sejahtera dengan hadirnya kemandirian yang digemakan NU.
"Modal dasar gerakan NU memang kemandirian. Makin mandiri, makin kuat. Kalau NU kuat, tentunya tidak akan bergantung pada kekuatan apapun yang dapat menjadikan NU salah mengambil kebijakan penting untuk negeri ini," ujar Kepala Desa Karduluk usai memasukkan uang ke dalam kotak koin Muktamar NU. ( KIM-KMAP, Ismi )