Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 07-02-2009
  • 700 Kali

Gelombang Pasang, 6 Pulau Nyaris Tenggelam

News Room, Sabtu ( 07/02 ) Gelombang pasang dan angin kencang yang disertai hujan deras sejak Jumat (06/02) malam hingga Sabtu (07/02) pagi melanda sejumlah pulau di Kabupaten Sumenep. Akibatnya, 6 pulau dilaporkan nyaris tenggelam. Keenam pulau itu, yakni Pulau/Desa Sepanjang, Pulau/Desa Pagerungan Kecil, Pulau/Desa Pagerungan Besar, Pulau/Desa Paliat, Pulau Salarangan di Desa Paliat dan Pulau/Desa Saur masuk wilayah Desa/Kecamatan Sapeken, Sumenep. Namun, pulau terparah yang diterjang gelombang pasang, yakni Pulau Salarangan di Desa Paliat, Kecamatan Sapeken. Di wilayah ini, air laut masuk pemukiman warga setinggi 0,5 hingga 1 meter. Sebagian warga ada yang mengungsi kedaratan yang lebih tinggi. Untung saja, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian warga diprediksi mencapai puluhan juta rupiah. Koordinator Forum Pemantau Pembangunan Kepulauan, Kabupaten Sumenep, Badrul Aini mengatakan, warga kepulauan saat ini benar-benar panik dan tidak ada solusi untuk mengatasi bencana. “Selain tidak ada posko bencana dan perhatian dari aparat setempat, juga banyak pulau yang terisolir, karena ombak mencapai 5 hingga 7 meter,”ujar Badrul, ketika dihubungi melalui telepon genggamnya, Sabtu (07/02). Menurutnya, kondisi masyarakat yang terjebak gelombang laut sangat memprihatinkan. Apalagi, rumahnya yang rusak karena dihempas angin kencang dan puting beliung. Hasil pendataan Forum Pemantau Pembangunan Kepulauan, akibat angin kencang dan puting beliung, rumah warga yang rusak sebanyak 11 rumah, 1 Balai Desa/Pulau Sepanjang, 3 gudang ikan milik warga. Sedangkan pohon yang tumbang berupa pohon pisang dan jenis pohon lainnya tak terhitung. Aliran listrik juga terputus karena banyak yang tertimpa pohon tumbang. Sedangkan puting beliung yang juga menerjang 2 pulau pada Jum’at (06/02) sore, yakni Pulau Sapeken dan Sepanjang. Sedikitnya, 24 bangunan rusak parah berupa 22 rumah warga dan 2 lainnya rumah pompa air dan gelanggang olahraga berukuran 12 x 20 meter ambruk total. Sementara, Kepala BMG Kalianget, Asmunawar, SP mengatakan, kondisi cuaca dilaut saat ini sangat membahayakan. Bahkan, ketinggian ombak di wilayah Pulau/Kangean sangat ekstrim, yakni mencapai 7 meter dan kecepatan angin 8 kilometer/jam. “Ombak sekarang memang sangat tinggi. Jadi, wajar kalau sejumlah pulau kecil mengalami gelombang pasang dan angin kencang dan puting beliung,”kata Asmunawar pada wartawan di kantornya, Jalan Pelabuhan Kalianget, Sabtu (07/02). ( Nita, Esha )