Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 29-06-2010
  • 522 Kali

Gelombang Laut Tinggi, Nelayan Banyak Yang Tidak Melaut

News Room, Selasa ( 29/06 ) Tingginya gelombang laut dalam beberapa minggu ini, membuat para nelayan di sejumlah daerah di Kepulauan Sumenep harus mengikat erat-erat tali perahunya ditambatan alias tidak bisa melaut, sehingga otomatis para nelayan yang jumlahnya ribuan, selama itu menganggur. Sebab jika memaksakan diri melaut, selain bahaya mengancam, penghasilannyapun tidak seberapa. Salah seorang tokoh masyarakat asal Kepulauan Sapeken, Moh. Ali mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. Namun, pihak nelayan memang tidak bisa berbuat banyak, kecuali menunggu angin reda untuk kembali melaksanakan segala aktifitasnya sebagai nelayan. Hanya saja, kadang-kadang para nelayan sebagian tetap nekat untuk melaut meskipun bahaya sangat mengancam. Padahal beberapa waktu lalu ada perahu yang tenggelam bersama para awaknya. “Sebab, cuaca kadang tidak bisa diprediksi, adakalanya didarat biasa saja, namun tiba-tiba ditengah angin datang sangat kencang, sehingga nelayan terjebak dan sulit kembali,”ujarnya. Karena itu, masyarakat sebagian menunggu informasi, baik melalui media elektronik maupun media informasi lainnya yang mudah diterima oleh warga kepulauan. Moh. Ali berharap informasi dari BMG sangat di tunggu oleh masyarakat, karena itu pihaknya berharap BMG senantinya selalu memberikan informasi melalui media yang ada, agar masyarakat nelayan lebih hati-hati untuk melaut. Meskipun diakui pria yang juga anggota DPRD Sumenep ini, selama ini masih relatif aman, namun juga perlu diatisipasi terkait dengan kelangkaan berbagai bahan pokok yang kadang menjadi persoalan di kepulauan ketika cuaca dalam waktu lama tidak bersahabat. “Karena itu, ketika ada kesempatan untuk mengirim logistik, utamanya BBM dan sebagainya tetap dimanfaatkan dengan baik melalui armada yang ada, sehingga perekonomian di kepulauan tidak sampai lumpuh.”jelasnya. ( Ren, Esha )