Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 07-08-2009
  • 663 Kali

Gelombang Laut Tinggi, Hasil Tangkapan Turun 70 Persen

News Room, Jum’at ( 07/08 ) Angin kencang dan gelombang tinggi yang menerjang perairan kepulauan di Kabupaten Sumenep, berdampak pada hasil tangkapan ikan laut turun tajam hingga mencapai 70 persen. Salah seorang nelayan di Desa Legung Kecamatan Batang-batang, Musawat mengatakan, hasil tangkapan ikan sekali melaut, yang dilakukannya bersama teman-temannya saat ini menurun. “Penurunannya sangat tajam. Biasanya sekali melaut kami mampu mendapat tangkapan ikan sebanyak 3 ton, tapi sekarang hanya mampu 1 ton saja. Ini akibat pengaruh angin kencang dan gelombang tinggi,” terangnya. Ia menjelaskan, kondisi ini memang terjadi setiap tahun, yakni saat memasuki bulan Agustus, angin bertiup sangat kencang yang disertai gelombang tinggi. Meski demikian, dirinya tetap nekat untuk melaut. “Kami tidak pernah takut pada angin kencang maupun gelombang tinggi. Ini demi mencukupi kebutuhan hidup keluarganya, sebab selama ini kebutuhan hidup keluarganya terpenuhi dengan mencari ikan di laut,”katanya. Selain pengaruh angin kencang dan gelombang tinggi, kata dia, turunnya hasil tangkapan ikan dilaut itu, juga disebabkan banyaknya kapal luar yang melakukan penangkapan ikan diperairan Kabupaten Sumenep. “Sekarang sudah banyak kapal-kapal besar dari luar daerah menangkap ikan di perairan Sumenep. Kapal itu memang menjadi persoalan utama kami. Dan, kami yang hanya menggunakan perahu motor dan peralatan tradisional ketika menangkap ikan harus bersabar,”ungkapnya menambahkan. Musawat menerangkan, pihaknya memperkirakan cuaca buruk akan terjadi hingga bulan Nopember mendatang, dengan ketinggian ombak berkisar 3 hingga 5 meter yang disertai angin kencang. Hal serupa juga diungkapkan, Mohammad Saleh, seorang nelayan di Desa Tanjung, Kecamatan Saronggi. “Angin kencang dan gelombang tinggi seperti saat ini, memang membuat hasil tangkapan ikan dilaut berkurang,”katanya. ( Nita, Esha )