News Room, Jum’at ( 17/12 ) Tingginya gelombang laut di perairan Kepulauan Sumenep, yang mencapai 4 meter, membuat Administrator Pelabuhan (Adpel) Kalianget, Sumenep, melarang seluruh armada angkutan laut untuk berlayar. Kepala Administrator Pelabuhan Kalianget, Sumenep, J.A Turmanto menjelaskan, untuk saat ini pihaknya tidak akan menerbitkan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) bagi angkutan laut ke kepulauan, terutama kapal penumpang. “Kami berharap untuk kapal penumpang agar tidak berlayar dulu, sampai kondisi laut benar-benar aman bagi pelayaran. sesuai surat pemberitahuan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), tinggi gelombang untuk perairan Masalembu mencapai 5 meter, dan perairan Kangean 4 meter," kata Turmanto, pada wartawan di Kantornya, Jum’at (17/12). Buruknya cuaca laut, kata Turmanto, memang mengganggu terhadap aktivitas pelayaran, dan terpaksa harus ditunda pemberangkatannya. “Beberapa kapal besar terpaksa menunda pelayaran, seperti kapal perintis Amukti Palapa, yang mestinya berlayar Jum’at (17/12) ini dari Pelabuhan Kalianget menuju pulau Masalembu. Namun, karena gelombat laut tidak bersahabat akhirnya ditunda hingga cuaca membaik,”ujarnya. Turmanto juga mengungkapkan, cuaca ekstrem ini diperkirakan akan terjadi hingga Senin (20/12) pekan depan. “Kami akan selalu berkoordinasi dengan BMKG, untuk memantau kondisi cuaca di perairan Sumenep. Sebab, gelombang laut itu selalu berubah tiap detik, jadi memang dibutuhkan pemantauan ekstra,” ungkapnya. ( Nita, Esha )