Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 29-07-2010
  • 525 Kali

Geliat SMP Negeri 1 Masalembu Menuju RSBI

News Room, Kamis ( 29/07 ) Persiapan menuju Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI) mulai bergaung dari sekolah yang terletak di kepulauan. Salah satunya di SMP Negeri 1 Masalembu. Di sekolah yang terletak di pulau yang lautnya menjadi lokasi tenggelamnya KMP Tampomas II pada medio Januari 1981 silam itu, persiapan tersebut dimulai dengan digagasnya kelas emersi di tahun ajaran baru 2010 ini. "Kelas itu (emersi; Red) diisi 25 siswa pilihan,"kata Kepala SMP Negeri 1 Masalembu, Kustamaji, S.Pd, M.Si pada News Room, Kamis (29/07) siang di kediamannya. Sedangkan mengenai persiapan menuju RSBI itu, menurut Kustamaji akan diupayakan berawal dari prestasi. Artinya, pihaknya menginginkan title RSBI yang disandang nantinya tak sekadar berasal dari proses penunjukan semata. "Kami menginginkan status tersebut berhasil diraih, karena prestasi atau kemampuan yang dimiliki sekolah, bukan karena ditunjuk berdasar faktor kesiapan saja,"tegas pria kelahiran 26 Agustus 1963 ini. Karena baru dibentuk, saat ini kelas emersi hanya ada di kelas VII (kelas I). Sedangkan fasilitas yang baru tersedia menurut Kustamaji, diantaranya 1 ruang kelas ber-AC (Air Conditioning) dan sarana pembelajaran yang memakai multi media, meliputi 1 unit komputer jinjing (laptop) dan 1 buah LCD proyektor. "Sebagian dananya berasal dari wali murid, berdasarkan kesepakatan dalam rapat Komite Sekolah. Total yang kami keluarkan Rp. 14 juta lebih,"tambah Kustamaji. Awalnya sempat terjadi kontroversi soal pungutan dana bagi kelas emersi tersebut. Salah satunya berita miring yang diarahkan pada SMP Negeri 1 Masalembu. Sekolah ini sempat diberitakan memungli siswa baru. Padahal pungutan yang dimaksud hanya dikhususkan bagi siswa nonreguler atau emersi. "Pungutan itu pun juga disertai toleransi. Bagi yang mampu dibayar sekaligus, sedangkan bagi yang tak mampu boleh menyicil sesuai kemampuan. Bahkan, bagi yang tak mampu, kami bebaskan,"jelas Kustamaji. Sedang dalam pelaksanaannya, kelas emersi dimulai sejak pukul 07.00 hingga pukul 16.00. Khusus bagi 5 terbaik nantinya akan diikutkan dalam lomba tahunan Amphibi di SMAN 3 Pamekasan. "Dan setiap 3 bulan sekali, para wali murid, komite sekolah, dan dewan guru akan menggelar rapat evaluasi dari pelaksanaan kelas emersi ini,"tambah mantan guru SMP Negeri 1 Gayam ini. Lebih lanjut, Kustamaji berharap dukungan sekaligus apresiasi positif dari segenap pihak terkait, terhadap upaya peningkatan pendidikan yang bernilai tambah tersebut. "Ini semua demi kemajuan pendidikan di Sumenep, khususnya di pulau Masalembu," pungkasnya. ( Farhan, Esha )