Sumenep-Kominfo News Room : Budaya Madura sering diidentikkan dengan budaya yang keras, tegas, lugas dan cerdas. Hal ini dissampaikan Direktur Utama LPP-RRI Pusat, Parni Hadi, Saat memberikan sambutan pada acara Gelar Budaya Madura, Jum’at malam (08/12) di halaman depan LPP-RRI Sumenep. Parni Hadi memaknai bahwa budaya bukan sekedar kesenian. Budaya adalah hasil budidaya, hasil budidaya otak atau pikir, hasil budidaya hati atau rasa. Budaya adalah seb uah pedoman atau serangkaian nilai nilai yang menjadi pedoman bagi manusia, baik dalam bidang politik, ekonomi, budaya bahkan dalah prilaku kehidupan sehari-hari. Parni juga berkeyakinan bahwa budaya Madura memberikan kontribusi yang cukup besar bagi budaya nusantara. Ia juga menyampaikan kebanggaannya bahwa pada saat Indonesia dilanda demam berat kebarat-baratan yang tidak selalu salah, muda-mudi Madura ternyata bangkit, setia, dan peduli mengembangkan budaya asli nenek moyangnya. Pagelaran seni budaya ini adalah sebagai apresiasi awal untuk menyambut Kongres Bahasa Madura yang akan dilaksanakan pada bulan Maret 2007 nanti. Acara yang disaksikan oleh ribuan penonton tersebut, juga disiarkan langsung secara nasional oleh RRI Pusat Jakarta melalui siaran Programa 3. Hadir pula di jajaran kursi undangan, Wakil Bupati Sumenep, perwakilan dari 3 Kabupaten di Madura, Kapolres, Kadisparbud, Kepala RRI Stasiun Surabaya, Taufik Bahtiar, Kepala RRI Stasiun Malang, Anhar Ahmad, Kepala RRI Stasiun Jember, Agung Suwanda, Madiun, Martoyo dan Kepala RRI Stasiun Bogor Muslih, yang asli Sumenep, Budayawan kondang H.D. Zawawi Imron, Edy Setiawan, SH dan Antropolog Madura Dr. A. Latif Wiyata. Acara gelar Budaya Madura ini dimeriahkan oleh penampilan Kelompok Musik Tong-tong, kesenian Cahe dari Kebundadap, dan penampilan beberapa kesenian musik dan tari dari 3 Kabupaten lain di Madura. Budayawan kondang H.D. Zawawi Imron tampil pula membacakan puisi-puisi terkenalnya, seperti Celurit Emas dan Ibu diiringi kelompok Dzikir Mulut dari Batang-batang ( Adjie,Nita,Ong,Esha )