News Room, Rabu ( 26/09 ) Tampilan budaya kerja sebenarnya memberikan dorongan kepada Pemerintah Kabupaten/Kota maupun Propinsi Jawa Timur untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan sebaik-bainya. Hal tersebut ditegaskan Sekretaris Daerah Propinsi Jawa Timur, Dr. Rasio, kepada sejumlah wartawan, usai membuka Gelar Budaya Kerja Tingkat Propinsi Jawa Timur dan Pameran Produk Unggulan tahun 2012, di Garaha Adi Poday Sumenep, Rabu (26/09). Menurutnya, budaya kerja yang dulunya menghambat pelayanan kepada masyarakat dan sebagainya harus dirubah. Jika selama ini minta dilayani saat ini harus melayani kepada masyarakat. “Salah satu contoh di Perijinan Pelayanan Terpadu (P2T) untuk memberikan ijin perawat dan bidan, kalau selama ini biasanya seminggu 2 minggu, saat ini sudah bisa ukuran menit,”ujarnya. Bahkan tegas tegas mantan Kepala Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Timur ini, dalam berbagai pemberian pelayana kepada masyarakat gratis tanpa dipungut biaya sepersenpun. Jika memang membayar, itu harus jelas perunukannya untuk apa. Disamping itu, dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat harus transparan, sebagai bentuk regulasi yang dilakukan di era reformasi saat ini. Jadi, mainset yang menghambat dalam melakukan pelayanan kepada masyarakat saat ini harus dirubah. Sementara dengan adanya berbagai Lomba Budaya Kerja yang diikuti sejumlah instansi Kabupaten/Kota dan Propinsi di Jawa Timur, diharapkan mampu menunjukkan kepada masyarakat dengan budaya kerja yang semakin baik. “Sebab, kegiatan ini juga dihadiri dari Propinsi Sulawesi Selatan, Lampung dan Propinsi Banten, sehingga Jawa Timur dapat menjadi contoh untuk daerah lainnya di Indonesia,”tambahnya. Kegiatan Gelar Budaya Kerja Ini juga dalam rangka Hari Jadi Propinsi Jawa Timur ke 67 dan Hari Jadi Kabupaten Sumenep ke 743. Diikuti sebanyak 57 kelompok budaya kerja, terdiri dari 29 Kabupaten/Kota di Jawa Timur, dan 14 SKPD Propinsi Jawa Timur, berlangsung selama 2 hari. Berbagai lomba yang dilaksanakan dalam Gelar Budaya Kerja ini terbagi 3 bidang, yakni Jasa Medis sebanyak 25 kelompok, Non Medis sebanyak 17 kelompok, dan Bidang Administrasi sebanyak 15 kelompok. ( Ren, Esha )