Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 17-09-2013
  • 536 Kali

Gebyar Kontes Sapi Ternak Madura Tahun 2013 Di Sumenep

News Room, Selasa ( 17/09 ) Dari hasil survei pertanian tahun 2013, yang dilansir awal bulan September lalu, populasi sapi di Jawa Timur termasuk juga di Kabupaten Sumenep mengalami penurunan. Populasi sapi di Jawa Timur menurun dari 5,06 juta ekor menjadi 3,83 juta ekor. atau berkurang 1,2 juta ekor. sedangkan di Kabupaten Sumenep berkurang dari 357.087 ekor menjadi 333.077 ekor. Hal tersebut diungkapkan Bupati Sumenep, KH. A. Busyro Karim, M.Si saat menghadiri Kontes Sapi Ternak Madura Tahun 2013, di lapangan Desa Ellak Laok Kecamatan Lenteng, Selasa (17/09). Menurutnya, meskipun sampai saat ini Kabupaten Sumenep masih merupakan penghasil sapi terbanyak di Indonesia, tetapi jika pengembangannya tidak dilakukan dengan baik, maka populasi sapi di Sumenep semakin lama akan menurun. “Apalagi, akhir-akhir ini permintaan daging terus meningkat,”ujarnya. Dijelaskan, antisipasi berkurangnya populasi sapi harus melalui upaya peningkatan produktifitas dan reproduksi ternak, seperti inseminasi buatan. Yang ditujukan untuk meningkatkan populasi dan produktifitas ternak serta penyebaran bibit unggul dengan cepat, mudah dan murah. Untuk itu, Bupati berharap Kepada Dinas Peternakan Kabupaten Sumenep, agar para peternak diberikan informasi yang sebaik-baiknya tentang pengembangan ternak. Kalau ada inovasi peternakan terbaru, secepatnya diterapkan kepada peternak. “Saya ingin, Kontes Sapi Ternak Madura ini gebyar dan promosinya lebih ditingkatkan. Masyarakat luas di Kabupaten Sumenep harus tahu jika ada kegiatan Kontes Sapi Ternak Madura di Sumenep, sehingga tidak hanya terbatas pada pelaku usaha peternakan saja,”tambahnya. Sementara Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Sumenep, Ir. Arif Rusdi menjelaskan, Kontes Sapi Ternak Madura ini merupakan bentuk kepedulian dan perhatian Pemerintah Kabupaten Sumenep, agar populasi sapi di daerah terus berkembang dengan baik. “Selain jumlahnya yang banyak, sapi Madura merupakan sapi yang unik, sebab tidak hanya sebagai penyedia pangan, tetapi juga untuk aktifitas pengembangan sektor pariwisata berupa Kerapan Sapi maupun sapi sonok, sehingga bisa mengangkat perekonomian masyarakat Sumenep,”jelasnya. ( Ren, Esha )