News Room, Kamis ( 28/03 ) Pemerintah Propinsi Jawa Timur (Jatim) memberikan dukungan kepada Petrokimia Gresik (PKG), agar tetap mendapatkan jatah pasokan gas. Suplai gas itu diharapkan dari ladang MDA dan MBH yang dikelola Husky-CNOOC Madura Ltd (HCML) untuk kebutuhan bahan baku Pabrik baru Amoniak dan Urea II. Gubenur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo, SH, M.Hum menyatakan, soal dukungannya itu, dirinya sudah mengirimkan surat langsung kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jero Wacik pekan lalu. H. Soekarwo berharap, gas yang dihasilkan di Jatim diprioritaskan untuk kepentingan industri di Jatim. Sebab, hal tersebut akan berdampak pada daya saing industri di Jatim. “Prinsipnya, skema domestic market obligation itu harus kita prioritaskan dan kedepankan,”tegasnya disela-sela Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Bank Jatim di Surabaya, kemarin (27/03). Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jatim, Dewi J. Prijatni menambahkan, dukungan Pemprop Jatim agar pasokan gas Husky tetap diperuntukkan bagi Pabrik Baru Amoniak dan Urea II yang akan dibangun PKG dalam kerangka ketahanan pangan. Poinnya, Pemprop ingin pasokan pupuk di Jatim terjamin. Sebab, Jatim punya potensi mendukung 50 persen kebutuhan pangan nasional,”jelasnya. Namun, sampai saat ini Kementerian ESDM belum menanggapi surat tersebut. “Biasanya, Menteri tidak langsung menanggapi. Kalau setuju dengan permintaan Gubernur, ya dilaksanakan. Kalau tidak setuju, ya tidak dilaksanakan,”tutur Dewi. ( JP, Ingun, Esha )