Sumenep-Infokom News Room : Bupati Sumenep KH. Moh Ramdlan Siraj, SE, MM berharap kepada masyarakat untuk mengkaji beragam informasi yang ditangkap, sebab sejak dibukanya kran reformasi, kekebasan berpendapat yang kerap kali dimunculkan segelintir individu maupun kelompok dengan mencari kelemahan dan kesalahan pihak lain. Bahkan dengan dalih pemberantasan KKN demi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Namun dibalik itu semua menurut Bupati Sumenep, pernyataan mereka cendrung mengandung kepentingan tertentu. Penegasan itu disampaikan Bupati Sumenep, KH. Moh. Ramdlan Siraj, SE, MM pada acara penyerahan zakat fitra Gapensi kepada kaum duafah didepan Rumah Dinas Bupati, Selasa (09/11). Karena itu, menurut Bupati, dalam rangka meningkatkan pembangunan dan pemberantasan KKN yang selalu didengungkan tersebut, sejatinya tidak hanya dilakukan oleh pemerintah saja, akan tetapi peran dan dukungan seluruh lapisan masyarakat merupakan penentu keberhasilannya. â€Banyak diera saat ini mereka berpura-pura tidak mengetahui, bahkan mencari kesalahan orang lain, padahal mereka sendiri terlibat didalamnya, padahal dibalik itu ada unsur kepentingan terselubungâ€, tegas Bupati. Selain itu Bupati Sumenep mengiginkan agar masyarakat selalu memanjatkan doa, agar supaya kemakmuran, kesejahteraan, serta kesadaran masyarakat, selalu menghiasai kehidupan Bumi Sumekar, sehingga cita-cita program pembangunan akan dirasakan sepenuhnya. Sementara itu Ketua Gapensi Sumenep, H. Nawawi Makki menjelaskan, dana sosial sebesar Rp 131 juta yang dibelanjakan beras memperoleh 50 ton dan dikemas dalam 12 ribu bungkus, yang setiap bungkusnya berisi 4 kilogram beras, hasil dari pengumpulan rekanan yang tergabung dalam Gapensi. Menurut Ketua Gapensi Sumenep H. Nawawi Makki saat dikonfirmasi News Room di sela-sela memberikan bantuan menjelaskan bahwa bantuan yang di berikan pada tahun 2004 ini memang diakui lebih kecil dibandingkan pada tahun sebelumnya. Hal tersebut menurut Nawawi sehubungan para anggotanya tidak semua mendapatkan pekerjaan proyek pada tahun ini. Disamping itu juga para rekanan yang kebetulan mendapatkan proyek yang nilainya tidak terlalu besar seperti pada tahun sebelumnya. Lebih lanjut Nawawi Makki menjelaskan, terkait dengan berkurangnya nilai pelaksanaan Proyek tahun ini disebabkan karena adanya kemelut yang terjadi di Kabupaten Sumenep selama ini. Dalam penilaiannya Nawawi sangat menyayangkan berbagai kalangan yang selalu menggembar-gemborkan kejelekan Pemkab Sumenep, padahal niat Pemkab Sumenep yang dalam kepemimpinan KH. Moh. Ramdlan Siraj, SE, MM bertujuan untuk kepentingan masyarakat juga. Sebab akibat berbagai permasalahan yang terjadi selama ini Dana Alokasi Umum (DAU) Kabupaten Sumenep menurun. Untuk itu Nawawi berharap, agar berbagai persoalan di Sumenep ini secepatnya selesai. Sehingga pelaksanaan pembangunan di Sumenep terlaksana dengan baik, dan masyarakat dapat menikmati hasilnya. ( Yasik, Ren, Im )