Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 03-05-2016
  • 524 Kali

Ganggu Penerbangan, Tim Pemkab Tinjau Bangunan SMA PGRI

News Room, Rabu ( 04/05 ) Menindak lanjuti hasil rapat terkait bangunan bertingkat di SMA PGRI Sumenep, Madura, Jawa Timur, yang dianggap mengganggu keselamatan penerbangan pesawat di Bandara Trunojoyo, maka Rabu (04/05/2016) pagi, tim dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat, mengecek kondisi bangunan tersebut.

"Peninjauan lapangan ke SMA PGRI tersebut juga melibatkan personel dari otoritas Bandara Trunojoyo supaya mereka memberikan pemaparan kepada tim kami. Itu penting, agar semuanya paham mengganggu keselamatan semacam apa,"kata Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep, Hadi Soetarto, Rabu (4/5/2016).

Sekda menuturkan, cek lokasi merupakan hal yang harus dilakukan dan memang melibatkan otoritas Bandara Trunojoyo agar tim memperoleh gambaran rinci atas posisi bangunan SMA PGRI sebagai obstacle (objek pengganggu) keselamatan penerbangan pesawat di Bandara Trunojoyo.

Tim Pemkab Sumenep yang mengecek lokasi bangunan SMA PGRI itu merupakan gabungan dari sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait, diantaranya Dinas Perhubungan, Dinas Pendidikan, dan Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang.

Pada tahun ini, pemerintah daerah mulai melakukan tahapan kegiatan untuk merelokasi bangunan SMA PGRI, yakni menyiapkan dana untuk membongkar bangunan lantai satu di SMA PGRI yang menjadi objek utama "obstacle" dan membentuk tim penaksir harga. Tim penaksir harga akan melakukan estimasi atau taksasi harga aset yang dimiliki SMA PGRI itu, karena pemerintah daerah akan membeli aset tersebut pada 2017.

"Kami berencana mengalokasikan dana pembelian aset SMA PGRI pada 2017. Dan kita memang menginginkan pola atau opsi pembelian aset supaya relokasi bangunan SMA PGRI berjalan lebih cepat. Nantinya, pembelian lahan dan pembangunan gedung baru untuk SMA PGRI akan dilakukan oleh pengelola SMA PGRI sendiri,"terangnya.

Pada tahun ini, landasan pacu pesawat di Bandara Trunojoyo Sumenep diperpanjang dari 1.130 meter menjadi 1.600 meter dan diperlebar dari 23 meter menjadi 30 meter.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprogramkan perpanjangan dan pelebaran landasan pacu pesawat di Bandara Trunojoyo supaya bisa dimanfaatkan untuk aktivitas penerbangan pesawat berkapasitas 72 penumpang.

Proyek tersebut sudah dikerjakan oleh rekanan pelaksana dan ditargetkan selesai pada November 2016. ( Nita, Esha )