News Room, Senin ( 25/06 ) Mangkraknya pembangunan Pasar Anom Baru (PAB) Sumenep tahap pertama, yang diduga ada penyimpangan dalam pelaksanaannya, mengundang aktivis dibawah bendera Kaukus Mahasiswa Sumekar (KMS), turun jalan. Sedikitnya 7 mahasiswa Sumenep, Senin (25/06) pagi, blusukan ke kantor DPRD setempat, guna melakukan penggalangan dana untuk kelanjutan proyek pembangunan Pasar Anom Baru. Hasil penggalangan dana, yang didapat dari anggota dewan dan masyarakat umum, langsung diserahkan pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep, yang diterima Kasi Pidum Kejari setempat, Andritama Anasiska. Juru bicara KMS, Zainullah menjelaskan, pihaknya sengaja melakukan gerakan ini, guna menggugah para penegak hukum, agar secepatnya menuntaskan kasus pembangunan Pasar Anom Baru tersebut. “Jadi, gerakan kami dalam menggalang dana ini memang ditujukan untuk diberikan pada Kejaksaan Negeri Sumenep, supaya lebih maksimal mengusut dugaan adanya penyimpangan pembangunan Pasar Anom Baru,”kata Zainullah, di Kejaksaan Negeri Sumenep, Senin (25/06). Sementara, Kasi Pidum Kejari Sumenep, Andritama Anasiska, SH mengungkapkan, pemberian cindera mata berupa hasil penggalangan dana dari aktivis KMS ini, akan disampaikan pada pimpinan Kejari Sumenep. “Kami berterima kasih pada teman-teman aktivis Kaukus Mahasiswa Sumekar, yang telah memberikan cindera mata ini. Nanti kado tersebut akan dilaporkan dan diberikan pada pimpinan kami,”terang Andritama. Namun, ketika ditanya soal penanganan kasus pembangunan Pasar Anom Baru itu, Andritama enggan berkomentar. “Mohon maaf, bukannya tidak mau memberikan penjelasan. Saya ini baru menjabat di Kejaksaan Negeri Sumenep sekitar 2 pekan, jadi belum tahu secara detail kasus pembangunan Pasar Anom Baru. Saya masih melakukan koordinasi dengan pejabat lainnya di Kejari ini,”ungkapnya. Sebelumnya, proyek pembangunan Pasar Anom Baru Sumenep, pasca kebakaran tahun 2007 lalu, diprediksi bakal menghabiskan anggaran hingga Rp. 42 milyar. Mega proyek tersebut dibagi dalam 3 tahap. Tahap pertama dianggarkan dalam tahun anggaran 2011 sebesar Rp. 8,1 milyar. Sedangkan tahap kedua dianggarkan dalam APBD 2012 sebesar Rp. 17 milyar, dan kekurangannya akan dianggarkan kembali pada tahun 2013 mendatang. Namun, proyek pembangunan Pasar Anom Baru tahap pertama berdasarkan laporan konsultan proyek, ada beberapa pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi. Misalnya pekerjaan tiang pancang, seharusnya kedalamannya mencapai 12 meter, ternyata yang dikerjakan hanya 6 meter. Temuan tersebut ditindak lanjuti dengan pengujian pondasi tiang dalam yang dilakukan tim dari ITS Surabaya. Akibatnya, proyek tersebut dihentikan. ( Nita, Esha )