News Room, Jumat ( 07/10 ) Seorang Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Sumenep, atas nama Mohammad bin Pak Saleh (56), warga Desa/Kecamatan Ganding, yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 8, tertinggal di Surabaya. Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Sumenep, Drs. H. Idham Cholid, MH melalui Petugas Haji Kemenag setempat, H. Mohammad Sadik menjelaskan, Mohammad bin Pak Saleh ini terpaksa ditinggal di Rumah Sakit Haji Sukolilo, Surabaya, karena harus menjalani transfusi darah. “Yang bersangkutan menderita gagal ginjal. Saat tiba di Asrama Haji Sukolilo, dia (Mohammad, red), penyakitnya kambuh dan butuh transfusi darah. Jadi, tidak bisa ikut Kelompok Terbang (Kloter) 8 terbang ke Tanah Suci Mekkah,” kata Sadik, ketika dihubungi melalui telepon genggamnya, Jumat (07/10). Kondisi JCH Sumenep itu, kata Sadik, saat ini sudah membaik dan kemungkinan besar bisa melanjutkan perjalanan ke tanah suci mekkah melalui kolter berikutnya. “Tapi, kami belum bisa pastikan apakah Mohammad bin Pak Saleh boleh terbang atau tidak ke Mekkah. Kita menunggu hasil pemeriksaan Jumat malam nanti,”terangnya. Jika diputuskan kondisinya fit, maka akan langsung diterbangkan untuk menyusul kloternya melalui sektor dan daerah kerja (daker) di Mekkah. Jumlah Jemaah Calon Haji (JCH) Sumenep tahun 2011 sebanyak 694 orang, yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 8 dan 9. Ratusan JCH tersebut, berangkat dari Sumenep menuju Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, dilepas secara resmi oleh Bupati Sumenep, Drs. KH. A. Busyro Karim, M.Si pada Rabu (05/10) diri hari, sekitar pukul 01.25 WIB. ( Nita, Esha )