Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 03-12-2010
  • 428 Kali

Fraksi-fraksi DPRD Sumenep Sikapi Nota Keuangan Bupati

News Room, Jum’at ( 03/12 ) Sebanyak 8 Fraksi di DPRD Kabupaten Sumenep, menyampaikan Pemandangan Umum terhadap Nota Keuangan Bupati atas Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) tahun anggaran 2011, pada Rapat Paripurna di gedung DPRD setempat, Jum’at (03/12) pagi. Secara umum, ke 8 Fraksi yang terdiri dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB), Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (FPPP), Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (FPDIP), Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN), Fraksi Partai Golkar, Fraksi Partai Kebangkitan Nahdlatul Ulama (FPKNU), Fraksi Partai Bulan Bintang (FPBB), dan Fraksi Keadilan Demokrasi (FKD), menyikapi keseriusan Bupati bersama Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam mengelola APBD tahun anggaran 2011, yang mencapai Rp. 1 trilyun 700 milyar lebih itu, bisa mengarah pada kepentingan masyarakat. Seperti Pemandangan Umum dari Fraksi PAN yang dibacakan Hosaini Adhim menjelaskan, bahwa rencana kenaikan anggaran pendapatan sebesar Rp. 995 milyar 203 juta lebih, untuk tahun 2011, merupakan bukti nyata, jika kepulauan menyumbangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang cukup besar bagi Sumenep. “Kami berharap, Bupati Sumenep, Drs. KH. A. Busyro Karim, M.Si memberi pemerataan pembangunan antara daratan dan kepulauan, diantaranya pembangunan pasar rakyat. Sebab, pasar di kepulauan selama ini belum layak dikatakan sebagai pasar rakyat,”katanya. Selain itu, kata Hosaini, infrastruktur terutama listrik dikepulauan agar lebih diprioritaskan, khususnya Pulau Sapeken dan Kecamatan Gayam (Pulau Sapudi) yang memakai PLN, dengan mensubsidi solar. Sementara, dari Fraksi PBB yang dibacakan Badrul Aini, menyikapi terkait tingginya belanja tidak langsung pada pos belanja pegawai yang dianggarkan sebesar Rp. 641 milyar lebih atau naik 5,49 persen dari anggaran tahun sebelumnya. “Kalau dikalkulasi secara prosentase, jumlah belanja pegawai tersebut menyumbang 64 persen dari total belanja daerah pada RAPBD 2011. Sungguh merupakan jumlah pengeluaran yang cukup fantastik,”ungkapnya. Sebelumnya, pada hari Rabu (01/12), Bupati Sumenep, Drs. KH. A. Busyro Karim, M.Si menyampaikan Nota Keuangan atas Rancangan APBD 2011 dalam Rapat Paripurna DPRD, yang diketahui kekuatan belanja pada APBD 2011 direncanakan sebesar Rp. 1,07 trilyun, dengan rincian belanja pegawai sekitar Rp. 641,3 milyar, belanja langsung yang didalamnya termasuk bantuan sosial dan hibah sekitar Rp. 361 milyar, dan belanja tak terduga sekitar Rp. 5 milyar. “Perencanaan anggaran belanja dengan anggaran pendapatan pada RAPBD 2011, terdapat defisit anggaran sebesar Rp. 12 milyar 249 juta lebih. Namun, dengan penerimaan pembiayaan yang dianggarkan Rp. 21 milyar 249 juta lebih dan pengeluaran pembiayaan Rp. 9 milyar, akan terdapat pembiayaan netto sebesar Rp. 12 milyar 249 juta lebih. Untuk itu, selisih defisit belanja ditutup dengan pembiayaan netto, sehingga tidak ada sisa lebih pembiayaan anggaran tahun berkenan,”ujarnya. ( Nita, Esha )