News Room, Rabu ( 06/01 ) Pemkab Sumenep dalam rangka mengentaskan buta aksara nampaknya mengambil langkah seribu. Buktinya, distribusi buku modul Keaksaraan Fungsional (KF) yang menjadi bekal utama pembelajaran diserah terimakan secara merata keseluruh Penyelenggara Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) di Kabupaten Sumenep. Distribusi difasilitasi forum penyelenggara PKBM Sumenep. Jumlahnya tidak tanggung-tanggung, yakni sekitar 23.000 eksamplar, meliputi buku modul tingkat dasar dan mandir. Distribusi buku dilaksanakan secara serentak pekan lalu di Sekretariat Forum PKBM di jalan Melati Perumahan Bumi Sumekar. Ketua Forum PKBM, Kincu AD mengatakan, buku modul akan menjadi penuntun pembelajaran KF atau tutor disetiap PKBM. Penggunaannya diharapkan dapat terjadi keseimbangan antara tutor yang sarjana dan yang non sarjana. Buku modul itu kata Kincu didistribusikan kepada 40 PKBM dan setiap PKBM memiliki 35 hingga 50 kelompok belajar. Tujuan adanya Forum PKBM ini jelas Kincu untuk menyeimbangkan antar PKBM dalam hal pembelajaran dimasing-masing PKBM. Ketua Ikatan Penilik Indonesia (IPI) Kabupaten Sumenep, Mursalim, S.Pd mengatakan, buku modul tidak hanya menjadi penuntun bagi tutor atau penyelenggara KF akan tetapi, menjadi keharusan untuk diadakan oleh setiap PKBM karena berkaitan dengan petunjuk tehnis pendidikan KF. Bekal buku modul itu diharapkan warga belajar akan terus bergaul dengan ilmu pengetahuan. Hal itu sesuai permintaan Kepala Bidang PLS Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Drs. Misbahul Munir, M.Pd mengatakan, bahwa warga belajar diusahakan terus bergaul dengan ilmu pengetahuan. Bekalnya diantaranya buku modul yang dibeli PKBM. ( JuP-01, Fery )