Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 19-07-2006
  • 518 Kali

FORMAT PENDIDIKAN IDEAL MERUPAKAN TANGGUNG JAWAB PELAKU PENDIDIKAN

Sumenep-Kominfo News Room : Dalam upaya menentukan format pendidikan yang ideal untuk masyarakat Sumenep, tidak hanya tanggung jawab lembaga teknis semata, melainkan juga merupakan tanggung jawab pelaku pendidikan sebagai ujung tombak peningkatan kwalitas SDM. Oleh karenanya, ketersedian sarana dan prasarana termasuk pelaku pendidikan sebagai salah satu mata rantai yang harus ditumbuh kembangkan serta ditingkatkan kwalitas dan kwantitasnya. Hal itu diungkapkan Bupati Sumenep, KH. Moh. Ramdlan Siraj, SE, MM yang diwakili Wakil Bupati, Drs. H. Moch. Dahlan, MM. Dijelaskan pula pada acara Simposium Pendidikan Mencari Format Pendidikan Yang Ideal Untuk Masyarakat Sumenep di Gedung Nasional Indonesia (GNI) Sumenep, Selasa pagi (18/07), untuk mengembangkan mutu pendidikan, pemerintah daerah telah mengambil langkah konkret, diantaranya pengembangan sistem pendidikan yang efektif dan efisien melalui pengembangan faktor penunjang, baik dari tingkat Taman Kanak-kanak (TK) hingga Perguruan Tinggi (PT) dan pendidikan Pondok Pesantren (Ponpes). Lebih jauh Bupati menerangkan, dengan momentum ini diharapkan semua pelaku dan lembaga pendidik agar bersama-sama pemerintah daerah benar-benar berpartisipasi aktif untuk mewujudkan pembangunan pendidikan yang profesional dan berkwalitas sesuai dengan arah dan kebijakan Undang-Undang Nomor 14 tahun 2005. Simposium ini dilaksanakan oleh Keluarga Besar Al-Amien Prenduan (IKBAL) bekerjasama dengan Rabithatul Ma'ahid Al-Islamiyah yang didukung oleh Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Pendidikan dan Departemen Agama itu menghadirkan nara sumber antara lain, KH. Moh. Idris Djauhari Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, DR. Taufiqurrahman Bin Yaki, MA Cendikiawan Muslim, Drs. KH. Darwies Maszar, MM Anggota DPRD Jawa Timur, Drs. H. Hasan Basri, M.Si dari Dewan Pendidikan Sumenep. ( Yasik, Esha )