Media Center, Senin ( 01/10 ) Bencana alam gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), mengundang simpati dan duka mendalam bagi masyarakat di Indonesia. Termasuk Pemerintah Kabupaten Sumenep dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sumenep, dengan melaksanakan Shalat Ghaib dan doa bersama.
Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si mengatakan, sholat ghaib dilakukan dalam rangka mendo’akan kepada korban gempa yang meninggal dapat diterima Allah SWT, sekaligus jamaah juga mendoakan keluarga korban agar selalu diberikan ketabahan dan kesabaran atas musibah yang menimpanya.
“Ini bentuk belasungkawa masyarakat Sumenep atas musibah di Palu dan Donggala, sehingga meskipun ada di Kabupaten Sumenep ikut berduka cita, sebab rakyat Indonesia yang tertimpa musibah sudah menjadi kewajiban kita untuk membantunya, baik itu berupa doa dan bantuan lainnya,” tegasnya usai melakukan Sholat Ghaib di Masjid Sumekar di areal halaman Kantor Bupati Sumenep, Senin (01/10).
Ia menyatakan, pemerintah daerah bersama Forkopimda Kabupaten Sumenep, selain sholat ghaib juga melakukaan pengumpulan dana pada saat pelaksanaan upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di halaman Kantor Bupati.
Bantuan itu berasal dari peserta upacara tanpa ada paksaan dan seikhlasnya, bahkan pihaknya telah berkomunikasi dengan sejumlah elemen, guna mengadakan pengumpulan dana untuk membantu korban gempa di Palu dan Donggala itu.
“Kami sudah koordinasi dengan berbagai oraganisasi, baik di jajaran Pemerintah Daerah dan organisasi kemasyarakatan untuk memberikan bantuan, sebagai bentuk kepedulian dan perhatian masyarakat Sumenep terhadap korban musibah bencana alam gempa bumi di Provinsi Sulawesi Tengah itu,” tutur suami Nurfitriana ini. ( Yasik, Esha )