News Room, Kamis ( 15/08 ) Sejumlah aktivis yang tergabung dalam Forum Komunikasi Mahasiswa Sumekar (FKMS) Sumenep, Kamis (15/8) pagi, berunjuk rasa ke Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat. Mereka menuntut pemerataan pembangunan di Kabupaten Sumenep. Sebab, hasil pantauan yang dilakukan para pendemo ini, ditemukan adanya ketimpangan kebijakan pembangunan baik disegi infrastruktur, ekonomi, soisal dan pendidikan. “Yang sangat mencolok ketimpangan itu disisi infrastruktur. Kita ketahui bersama bahwa jalan diwilayah Kecamatan Kota Sumenep cukup bagus dan beraspal. Tapi ketika memasuki Kecamatan Guluk-guluk khususnya Desa Batuampar dan Pakong, kondisi jalan memprihatinkan. Dan ini sudah terjadi puluhan tahun, tidak disentuh oleh pemkab,”teriak Eko Wahyudi, Korlap Aksi FKMS di depan Kantor Pemkab Sumenep, Kamis (15/08). Disamping itu, transportasi laut menju kekepulauan tidak memadai. Akibatnya, setiap tahun disaat lebaran tiba, warga kepulauan Sumenep terpaksa menaiki kapal melebihi kapasitas. Ditambah, rendahnya ilmu pengetahuan bagi masyarakat bawah yang ditunjukkan dengan tingginya angka buta aksara di Kabupaten Sumenep. “Semua itu terjadi dikarenakan tidak meratanya pembangunan yang dijalankan Pemkab Sumenep. Padahal, kekuatan APBD Sumenep diatas Rp. 1 triliyun,”tuturnya. Meski tidak ditemui oleh pejabat Pemkab Sumenep, para mahasiswa ini tetap menyampaikan aspirasi agar ada perbaikan pembangunan disemua sektor baik daratan maupun kepulauan. Karena, bumi sumekar sangat kaya akan sumber daya alam (SDA) berupa minyak dan gas (migas). “Kami akan terus mengawal sistem pemerintahan di Sumenep, lebih-lebih dalam urusan Corporate Social Responsibility (CSR) karena daerah dampak dari eksploitasi migas khususnya di Kecamatan Giligenting belum mendapat CSR tersebut. Kami meminta Pemkab Sumenep agar melakukan perubahan atas pembangunan di Sumenep dan memperjuangkan hak masyarakat setempat untuk memperoleh CSR dari migas,”ungkapnya. Usai berorasi, para pendemo langsung membubarkan diri secara tertib dengan mendapat pengawalan ketat dari aparat Polres Sumenep. ( Nita, Esha )