News Room, Senin ( 15/10 ) Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Komunikasi Mahasiswa Sumenep (FKMS), Senin (15/10) pagi, berunjuk rasa didepan Kantor PT. Wira Usaha Sumekar (WUS), yang merupakan salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) setempat. Mereka mempertanyakan peruntukan dana Participating Interest (PI) migas yang dikelola PT. WUS. Karena, dana sebesar Rp. 8,8 milyar sampai sekarang tidak jelas peruntukannya. Bahkan, diduga menjadi bancaan bersama oleh pengelola dana tersebut. Sambil berorasi, para pengunjuk rasa juga membawa poster berisi kecaman terhadap PT. WUS. Korlap aksi, Maszari mengatakan, selama ini PT. WUS tidak pernah transparan terhadap pengelolaan dana PI sejak tahun 2009 sampai tahun 2011, sehingga menimbulkan dugaan, jika dana yang mencapai Rp. 8,8 milyar tersebut, masuk ke kantong oknum di PT. WUS sendiri. “Dana miliyaran itu peruntukannya bagi masyarakat, bukan dijadikan bancaan. PT. WUS sebagai BUMD sekaligus pengelola dana PI migas seharusnya transparan dalam peruntukannya dana tersebut, dan bersikap bijak. Kalau dana itu dikelola dengan baik, kami yakin pembangunan dan perekonomian di Kabupaten Sumenep ini akan meningkat,”kata Maszari, di depan kantor PT. WUS, Senin (15/10). Para pengunjuk rasa mendesak pimpinan PT. WUS keluar menemui mereka, untuk menjelaskan keberadaan dana PI. Namun, tuntutan mahasiswa tak terkabul, karena yang keluar justru staff PT. WUS dan menyatakan jika pimpinannya sedang berada diluar kantor. Tindakan PT. WUS tersebut, membuat para pendemo sedikit emosi dan langsung men-sweeping kantor PT. WUS. Hasilnya, pimpinan PT. WUS memang tidak ada didalam, sehingga mereka melanjutkan aksinya ke gedung DPRD Sumenep. Sementara, Kepala Divisi Administrasi Kepegawaian PT. WUS, Heru Budiyanto, mengaku tidak mengetahui keberadaan pimpinannya, pihaknya hanya diberi tugas untuk menampung aspirasi para mahasiswa. “Kami tidak tahu pimpinan kemana. Kami selaku staff hanya diberi tugas menerima dan menampung aspirasi mahasiswa. Jadi, kami tidak bisa menjawab tuntutan dan pertanyaan dari mahasiswa tersebut,”ungkapnya. ( Nita, Esha )