Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 12-11-2021
  • 671 Kali

Filosofi Ngopi Kajari Sumenep: Di Depan Hukum, Kita Sama Seperti Di Depan Kopi

Media Center, Jumat (12/11) Bagi Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sumenep, Adi Tyogunawan, SH., MH, menyampaikan materi dan permasalahan hukum untuk masyarakat tidak harus dengan cara-cara yang formal, tapi bisa salah satunya melalui kegiatan ngopi bareng.

Kenapa Ngopi? Adi menjabarkan beberapa hal yang positif dalam Ngopi. Hal tersebut ia sampaikan dalam kegiatan Jaksa Menyapa di Aula Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sumenep, yang dihadiri oleh seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) secara luring dengan protokol kesehatan dan seluruh Camat secara daring, Jum’at (12/11/2021).

“Karena biasanya kalau orang ngopi itu tidak serius, santai. Tapi bisa membicarakan hal yang serius lebih enak, rileks, dan tidak tegang," jawabnya atas pertanyaan retoris di awal membuka materi sosialisasi hukum, dengan tema Aspek Hukum dalam Ekonomi dan Pembangunan.

Jaksa yang pintar bermain gitar ini juga menyitir filosofi kopi, bahwa kopi tak pernah memilih siapa yang layak menikmatinya, karena menurut ia, di hadapan kopi semua orang sama.

“Kira-kira ungkapannya seperti itu, seperti halnya di hadapan hukum kita semua sama, Equality Before The Law," terangnya.

Perlu diketahui, kegiatan Jaksa Menyapa merupakan program dari Kejaksaan Republik Indonesia, yang oleh Kejaksaan Negeri Sumenep dikolaborasi dan disinergikan dengan Radio Republik Indonesia (RRI) Sumenep dan Diskominfo Sumenep. 

Kegiatan hari ini tersebut merupakan kegiatan yang keenam. Yang mana sebelumnya sudah dilaksanakan di beberapa sekolah dan kampus di Kabupaten Sumenep.

“Saya sudah beberapa kali ke sekolah-sekolah, yang terakhir kemarin ke Universitas Wiraraja,” ungkap Kajari.

“Acara-acara seperti ini adalah tugas dan wewenang kami untuk memberikan materi hukum kepada seluruh masyarakat," imbuhnya.

Kepada Media Center Sumenep, Adi Tyo, panggilan akrabnya, menyampaikan proses terjadinya kegiatan Jaksa Menyapa yang tidak sama dengan format acara di daerah lainnya. 

Ia menyampaikan bahwa dirinya menyukai kegiatan-kegiatan yang informal, karena lebih mengena dibandingkan dengan acara yang formal.

“Awalnya saya jalan sehabis olahraga gini, ke RRI. Lalu ketemu kepala RRI terus ngobrol santai. Lanjut ke Kominfo ketemu sahabat saya Ferdiansyah Tetrajaya, kita kolaborasi bikin acara edukatif, santai saja," bebernya.

Meskipun acara berlangsung santai dalam suasana yang mengalir, namun materi yang disampaikan sangat banyak. Di antaranya terkait korupsi, proses pengadaan barang dan jasa terkait keadaan darurat, pajak untuk kesejahteraan masyarakat.

(Miko, Han)