Sumenep-Kominfo News Room : Terkikisnya budaya lokal, seiring dengan kemajuan ilmu dan teknologi (Iptek) belakangan ini, merupakan sebuah tantangan pihak-pihak terkait untuk membangkitkan kembali budaya tersebut. Karena itu Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sumenep mengangkat kembali salah satu budaya lokal itu dengan menggelar Festival Macopat 2006. Menurut penjelasan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sumenep, Ir. H. Edy Mustika, MS, M.Si, festival budaya ini merupakan salah satu upaya mempertahankan dan mengembangkan kesenian lokal, karena pihaknya menilai, menurunnya semangat pelaku seni untuk berkarya akibat minimnya penyelenggaranan festival kesenian. H. Edy Mustika menerangkan, kegiatan semacam ini ternyata mampu membagkitkan geliat pelaku seni di Sumenep untuk tetap berkreativitas, buktinya pesertanya mencapai puluhan, bahkan kelompok macopat saat ini mulai berkembang di beberapa daerah. Perkembangan Macopat yang merupakan leluhur budaya keraton ini ada di 15 Desa pada 6 Kecamatan, diantaranya Kecamatan Kota, Sumenep, Lenteng dan Kecamatan Saronggi. Untuk itu jelas H. Edy Mustika, guna mengembangkan kelompok Macopat di semua lini Kecamatan itu, pihaknya akan mendirikan Paguyuban Macopat Sumenep, sedangkan Festival Macopat 2006 akan berlangsung sejak tanggal 22 hingga 23 Agustus 2006 di depan Labang Mesem. ( Yasik, Esha )