Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 06-03-2018
  • 532 Kali

Februari 2018, Sumenep Alami Inflasi Sebesar 0,08 Persen

Media Center, Selasa ( 06/03 ) Pada bulan Februari 2018 Kabupaten Sumenep mengalami inflasi sebesar 0,08 persen. Laju inflasi ini lebih rendah dibandingkan Jawa Timur yang juga terjadi inflasi sebesar 0,16 persen dan nasional juga inflasi 0,17 persen.

"Dari 7 kelompok pengeluaran, 5 kelompok mengalami inflasi dan 2 kelompok mengalai deflasi," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep, Syaiful Rahman, Selasa (06/03).

Kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau mengalami inflasi tertinggi sebesar 1,04 persen, diikuti oleh kelompok sandang sebesar 0,47 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,20 persen, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,03 persen, kelompok transport, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,03 persen.

Sedangkan kelompok bahan makanan mengalami deflasi sebesar 0,53 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar deflasi sebesar 0,02 persen.

"Komoditas utama yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi Sumenep bulan Februari 2018 ialah beras, bawang putih dan pecel. Sedangkan komoditas utama yang memberikan andil terbesar deflasi ialah telur ayam ras, daging sapi, dan udang basah," paparnya.

Sementara laju inflasi komulatif Sumenep di bulan Februari 2018 mencapai 0,72 persen, angka ini lebih rendah dibanding Jawa Timur sebesar 0,77 persen dan Nasional 0,79 persen.

"Laju infasi tahun kalender atau Year on Year (YoY) Sumenep di bulan Februari 2018 mencapai 2,79 persen, angka ini lebih rendah dibanding YoY Jawa Tumur sebesar 3,01 persen dan YoY nasional sebesar 3,18 persen," pungkasnya. ( Nita, Esha )