Sumenep-Infokom News Room : Lahirnya informasi diberbagai media tentang pemerasan yang dilakukan oknum anggota DPRD Sumenep, sepertinya membuat kalangan Dewan resah, pasalnya persoalan tersebut telah mencoreng nama baik institusi. Oleh karena itu untuk membuktikan kebenaran kabar tersebut FAR, Selasa (29/11) akan melakukan klarifikasi dengan PMII. Menurut Ketua Fraksi Amanat Rakyat (FAR), Malik Effendi, SH mengatakan, FAR menyambut baik sikap PMII yang telah mengungkapkan adanya anggota dewan yang telah mencoreng institusinya. Untuk itu kata Malik Effendi, sebagai antisiapsi dan membuktikan adanya oknum anggota dewan yang terlibat tindak pemerasan itu, bukan berasal dari FAR, sebab dalam pernyataan Badri Tayyib tidak menjelaskan secara rinci pelakunya, maka pihaknya akan duduk satu meja. Dikatakan pula, jika dalam pertemuan itu antara FAR dan PMII ditemukan yang melakukan hal tersebut anggotanya, maka sanksi yang akan diberikan, yakni pemecatan tidak terhormat. â€Kami akan mengundang Ketua PMII untuk mengklarifikasi, apakah oknum itu dari FAR atau bukan, jika anggota FAR yang melakukan itu, maka rekomendasinya untuk dipecatâ€, pungkasnya. Malik Effendi menambahkan, seandainya pelaku tersebut bukan dari Fraksinya, maka pihaknya tidak dapat menjatuhkan sanksi. Namun demikian ujar Malik Effendi, sesuai dengan Undang-Undang 23 tahun 2003 tentang politik, 32 tahun 2004, dan PP 25 tahun 2004, maka yang berhak memberikan sanksi tegas terhadap anggota dewan yang melanggar kode etik, hanyalah partai politiknya. Sementara itu anggota DPRD dari FKB, Djamaludin, SE menuturkan, menyayangkan sikap Kepala Dinas yang telah mengikuti kehendak anggota dewan yang diluar aturan, sebab jika ditemukan persoalan disalah satu Dinas, maka kebijakan yang akan dilahirkan DPRD tidak dilakukan oleh satu orang saja, melainkan secara kelembagaan. â€Kalau ada hal seperti itu, yang mengarah kebijakan Dinas tidak perlu mengikuti kehendak oknum dewan, sebab kebijakan itu dilahirkan secara kelembagaanâ€, katanya. Ditempat terpisah Ketua PMII Sumenep, Badri Tayyib saat dihubungi mengatakan, dirinya siap bertatap muka dengan FAR, namun terkait oknum anggota dewan yang melakukan pemerasan tersebut, pihaknya tidak akan mengungkapkan secara rinci, kecuali DPRD Sumenep telah memiliki Badan Kehormatan DPRD, maka secara panjang lebar persoalan itu akan diungkapkan hingga keakar-akarnya. ( Yasik, Tin, Esha )