News Room, Rabu ( 02/03 ) Pemerintah Kabupaten Sumenep berupaya mencari energi alternatif untuk pembangkit tenaga listrik, sebab saat ini, masih banyak warga masyarakat di 27 Kecamatan belum menikmati aliran listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN). Kepala Kantor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Sumenep, Drs. H. Suprayugi, M.Si mengatakan, pihaknya memang berencana untuk mencari energi alternatif sebagai pembangkit tenaga listrik, khususnya di daerah yang belum mendapatkan aliran listrik dari PLN. Pada tahun ini, sebagai langkah awal untuk energi alternatif pembangkit tenaga listrik, pihaknya merintis pembangunan pembangkit listrik tenaga mikro hidro yang memanfatakan aliran air di permukaan sungai. ”Kami untuk sementara ini, pembangunan pembangkit listrik tenaga mikro hidro, yakni di salah satu sungai di Desa di Kecamatan Guluk-guluk. Dengan pembangkit listrik tersebut, kami salurkan energi listrik pada masyarakat sekitar, bahkan jika pembangkit listrik tenaga mikro hidro itu kekuatan daya watt-nya ada lebihnya setelah disalurkan pada masyarakat, kami berencana untuk menjualnya pada PLN,”tegasnya. H. Suprayugi menyatakan, pembangunan pembangkit listrik tenaga mikro hidro dilakukan pada tahun ini, dan pihaknya sudah mendapat dukungan penuh dari perangkat Desa serta masyarakat yang daerahnya menjadi lokasi pembangunnan pilot project pembangunan energi pembangkit listrik alternatif tersebut. ”Untuk pembangunan pembangkit listrik mikro hidro merupakan kerjasama antara ESDM Kabupaten Sumenep dengan ESDM Pemerintah Propinsi Jawa Timur,”ungkapnya. Sementara itu, berdasarkan data Kantor ESDM Kabupaten Sumenep, aliran listrik dari PLN di 27 Kecamatan belum merata, sebab hanya sebagian warga masyarakat di 332 Desa/Kelurahan yang mendapatkan aliran listrik. Dari 27 Kecamatan, hanya wilayah Kecamatan Batuan yang semua Desanya teraliri listrik. Sedangkan Kecamatan lainnya diluar Kecamatan Kota Sumenep dan Kecamatan Batuan, sebagian besar memang belum teraliri listrik sekitar diatas 200 Desa, dan disekitar 200 Desa tersebut hanya sebagian warga yang rumahnya dialiri listrik. Sementara wilayah yang tidak ada alirin listrik dari PLN tersebar di 60 Desa tersebar di 9 Kecamatan yang sebagian besar berada di wilayah kepulauan. ( Yasik, Esha )