News Room, Selasa ( 19/07 ) Empat saksi kasus tertembaknya seorang warga Kecamatan (Pulau) Sapeken, Kabupaten Sumenep, Suraedi, akan dibawa ke Polda Jawa Timur di Surabaya. “Saat ini, 4 saksi yang semuanya warga Sapeken itu masih di Mapolres Sumenep. Namun, ada kemungkinan mereka akan dibawa ke Surabaya untuk menjalani pemeriksaan lanjutan,”kata Kapolres Sumenep AKBP Susanto, pada wartawan di Polres Sumenep, Selasa (19/07). Susanto mengemukakan, kepastian 4 saksi kasus tertembaknya warga Sapeken itu menunggu hasil koordinasi kami dengan pimpinan Polda Jawa Timur. “Namun, untuk sementara, mereka masih berada di Polres Sumenep, guna dimintai keterangan terkait tertembaknya warga Sapeken tersebut,”terangnya. Pada Jum’at (15/07) lalu, Suraedi atau Dedek ditemukan di kapal yang dinakhodainya dengan kondisi kepalanya tertembak, tepatnya dibagian dahi. Penanganan kasus tertembaknya warga Sapeken tersebut, kata Susanto, ditangani oleh Tim dari Polda Jawa Timur. “Empat saksi tersebut dibawa personel Tim Polda Jawa Timur dari Sapeken pada Minggu (17/07) pagi, dengan naik kapal, dan langsung dibawa ke Mapolres Sumenep,”ungkapnya. Sesuai informasi yang diterima dari sejumlah warga Sapeken, korban diduga terkena tembakan personel Mabes Polisi Perairan (Polair) yang menggerebek transaksi Bahan Bakar Minyak (BBM) ilegal di perairan setempat. Korban yang ditemukan dalam kondisi tertembak kepalanya dibawa 3 warga setempat ke Puskesmas Sapeken pada Jum’at siang, dan meninggal dunia pada sore harinya. ( Nita, Esha )