Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 17-07-2016
  • 508 Kali

Empat Kali Tanam, Tembakau Rusak Akibat Hujan Deras

News Room, Senin ( 18/07 ) Akibat guyuran hujan deras beberapa hari terakhir ini, banyak petani tembakau di Sumenep harus rela tanamannya rusak. Seperti salah satunya yang terjadi di kawasan desa Pakondang kecamatan Rubaru. Beberapa petani mengeluhkan kejadian yang berlangsung beberapa kali itu.

“Saya saja sudah empat kali tanam, rusak terus akibat hujan,” kata Ardi, salah satu petani tembakau di Pakondang, pada Media Center.

Tak hanya Ardi, beberapa warga sekitar sana termasuk kerabat dekat pria lajang itu juga mengalami nasib yang sama. Rata-rata mereka sudah menanam minimal dua hingga tiga kali dengan ending yang sama: gagal.

“Ya ini sudah nasib. Entah, padahal secara teorinya, musim hujan sudah berakhir sejak tiga bulan lalu,” kata lulusan Unija Sumenep ini.

Sementara di kawasan lain, Lam, warga desa Kasengan kecamatan Manding juga membenarkan jika banyak petani tembakau saat ini menderita kerugian besar. Mereka menderita gagal sebelum panen. “Ya, akibat hujan. Padahal banyak warga yang sudah menanam agak akhir, karena hujan terus turun. Eh, sekarang malah turun lagi dengan deras,” kata pria tiga anak ini.

Sebelumnya pihak BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika) Kalianget sudah mengeluarkan rilis dari BMKG pusat bahwa di bulan Juni hingga Agustus 2016 diperkirakan LaNina kembali aktif. La Nina atau hujan sepanjang tahun merupaka kebalikan dari fenomena El Nina yang secara harfiah bermakna kemarau di musim hujan.

“La Nina sudah mulai aktif di bulan Juli 2016 ini. Jadi diharap waspada,” rilis BMKG Kalianget via WA pada Media Center, Senin (18/06) siang. ( Farhan, Esha )